Kritik Terhadap Pemerintah Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi

- Rabu, 01 Juli 2026 | 07:20 WIB
Kritik Terhadap Pemerintah Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi

Seorang warga mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintah setelah dua hari terakhir ia lebih disibukkan dengan aktivitas memasak dan memikirkan menu harian. Ia mengaku sempat enggan mengkritik karena harga kebutuhan pokok seperti ayam Rp24.000 per kilogram, telur Rp21.000 per kilogram, serta sayuran dan cabai yang masih terjangkau membuatnya sedikit bersemangat berbelanja.

Namun, hari ini ia kembali merasa perlu menyuarakan kritik. Ia menyoroti sejumlah program pemerintah yang dinilainya sekadar seremoni, seperti program magang nasional. Di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali melemah mendekati Rp18.000 per dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot, posisi komisaris BUMN diisi oleh kroni, dan pidato presiden dinilai semakin tidak masuk akal.

Ia juga mengecam kinerja DPR yang dinilai tidak menjalankan fungsi checks and balances. Menurutnya, para anggota dewan tidak lagi berbicara kepada pemerintah, melainkan berbicara untuk pemerintah. Akibatnya, netizen terpaksa bersuara.

Dalam pernyataannya, ia menyerukan tiga tuntutan: menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), membubarkan Koperasi Desa (Kopdes), dan mengembalikan TNI ke barak. Seruan itu diulang tiga kali sebagai penekanan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags