PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) membagikan dividen tunai sebesar Rp1,5 per saham atau total Rp10,2 miliar, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar Senin (29/6/2026). Selain itu, perseroan juga menyisihkan dana cadangan Rp5 miliar, sementara sisanya ditahan untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang efektif berlaku mulai 1 Juli 2026. Henryanto Komala ditunjuk sebagai Direktur Utama, sedangkan Kambiyanto Kettin diangkat sebagai Komisaris Utama.
Kambiyanto menyampaikan bahwa perseroan akan terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi terukur, efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, dan pengembangan kapabilitas digital. "Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bangunan dan home improvement di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, kami akan terus memperkuat daya saing melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan portofolio produk, serta pengembangan jaringan usaha secara selektif dan terukur," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).
Strategi pengembangan usaha ke depan mencakup ekspansi jaringan toko dengan mempertimbangkan potensi pasar, kualitas lokasi, dan disiplin investasi. "Kami meyakini bahwa ekspansi yang dilakukan secara selektif dan didukung oleh pemahaman pasar yang kuat akan semakin memperkuat posisi Perseroan di industri ritel bahan bangunan nasional," tutur Kambiyanto.
Fokus pada Profitabilitas dan Digital
Perseroan juga berupaya meningkatkan profitabilitas melalui optimalisasi bauran produk, peningkatan kontribusi produk house brand, penguatan kerja sama dengan pemasok strategis, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional. Di sisi lain, pengembangan kanal digital menjadi prioritas utama sebagai bagian dari strategi omnichannel yang terintegrasi.
"Kanal digital kami pandang sebagai pelengkap yang strategis bagi jaringan toko fisik. Melalui pendekatan omnichannel, Perseroan berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi pelanggan, sekaligus mendukung efektivitas operasional dan penguatan hubungan dengan pelanggan," jelas Kambiyanto.
Seluruh dana bersih hasil IPO sebesar Rp487,8 miliar telah terealisasi sesuai rencana, digunakan untuk belanja modal, pelunasan pinjaman, investasi pada entitas anak, dan modal kerja. Kambiyanto menegaskan komitmen manajemen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik. "Fokus utama manajemen ke depan adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, profitabilitas, dan disiplin pengelolaan modal. Kami berkomitmen menjalankan strategi yang memperkuat fundamental Perseroan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, DEPO membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,88 triliun, meningkat 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,82 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh peningkatan penjualan organik di berbagai wilayah, dengan kontribusi terbesar dari Bali. Laba kotor tercatat Rp584,2 miliar, naik dari Rp557,3 miliar, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp77,0 miliar.
Artikel Terkait
Mitratel Bagikan Dividen Rp2,08 Triliun, Termasuk Dividen Spesial
Asuransi Dayin Mitra Bagikan Dividen Rp32 per Saham, Turun 36 Persen
MAPA Bagikan Dividen Rp114,02 Miliar, Cek Jadwal Pembayarannya
Malindo Feedmill Bagikan Dividen Rp115,98 Miliar Hari Ini