BOVEN DIGOEL - Bandara Koroway Batu akhirnya beroperasi lagi. Sabtu lalu, landasan pacunya kembali ramai, tapi dengan suasana yang jauh berbeda. Aparat gabungan TNI dan Polri berjaga di setiap sudut, bersenjata lengkap. Kewaspadaan ini wajar, mengingat bandara ini sempat ditutup pasca insiden tragis: dua pilot Smart Air ditembak kelompok bersenjata.
Pengamanannya benar-benar ketat. Di area apron dan sepanjang landasan, terlihat personel dari Satgas Korpasgat, Rajawali, Yonif 126, hingga Brimob Polda Papua. Mereka tidak hanya berdiri. Mereka mengawasi.
Langkah membuka kembali bandara ini bukan keputusan instan. Sebelumnya, sudah ada rapat koordinasi yang melibatkan Kemenhub, Kemenpolkam, TNI, dan Polri. Hasilnya, Bandara Koroway Batu, bersama Beoga dan Iwur, akan dibuka bertahap. Koroway Batu yang pertama.
Kapten Pas Evan Melsan Worabay, Danpos Satgas Korpasgat, menjelaskan tujuan utama dari semua ini.
"Penjagaan ketat ini untuk mengantisipasi potensi gangguan. Yang kami utamakan adalah keselamatan penerbangan, agar prosesnya bisa berjalan aman," ujarnya, Senin (23/2/2026).
Artikel Terkait
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Pelatih PSM Akui Laga Kontra PSIM di Yogyakarta Akan Berat dan Sulit