Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan Hadapi El Nino

- Kamis, 09 April 2026 | 22:30 WIB
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan Hadapi El Nino

Di tengah ancaman kemarau panjang karena El Nino, kabar baik datang dari Perum Bulog. Lembaga ini menyatakan stok beras nasional kita dalam kondisi yang sangat kuat. Bahkan, bisa dibilang fondasinya kokoh untuk menghadapi tekanan iklim dan gejolak global yang mungkin terjadi.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, cadangan beras saat ini tercatat sekitar 4,6 juta ton. Angka yang cukup besar itu diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan nasional untuk jangka waktu yang cukup panjang sekitar 11 bulan ke depan.

"Penguatan stok ini didukung oleh penyerapan hasil panen petani dalam negeri serta pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah oleh Perum Bulog yang terus memastikan pasokan tetap tersedia merata hingga ke seluruh pelosok Indonesia,"

Demikian penjelasan Ahmad Rizal dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/4/2026).

Ancaman El Nino memang nyata. Namun begitu, dia menegaskan bahwa posisi stok beras nasional tetap aman. Rizal bahkan membuat perhitungan yang meyakinkan.

"Kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk 11 bulan ke depan. El Nino diperkirakan enam bulan, jadi insyaallah pangan kita aman,"

Capaiain ini, kata dia, bukan kerja satu pihak. Sinergi kuat antara pemerintah dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama dalam menyerap hasil panen petani lokal, jadi kunci utamanya.

Dengan stok yang menguat, optimisme untuk mencapai swasembada pangan seperti yang selalu dicanangkan pemerintah terasa lebih dekat. "Kami optimistis dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan," ungkapnya.

Lalu, bagaimana strategi ke depannya? Bulog bersama pemerintah akan terus memperkuat pengelolaan cadangan beras. Caranya dengan meningkatkan serapan dalam negeri, mendistribusikan secara merata, dan tentu saja, memperkuat sistem logistik pangan. Intinya, pasokan dan harga harus stabil, meski cuaca ekstrim sekalipun.

Di sisi lain, koordinasi lintas sektor juga akan ditingkatkan. Tujuannya jelas: mengantisipasi dampak kemarau panjang dan menjaga ketahanan pangan nasional agar tetap terjaga. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi tanpa gejolak yang berarti.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar