Bayi Hampir Dibawa Orang Lain, RSHS Bandung Minta Maaf

- Kamis, 09 April 2026 | 22:45 WIB
Bayi Hampir Dibawa Orang Lain, RSHS Bandung Minta Maaf

Kejadian di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung ini bikin merinding. Bayangkan saja, seorang ibu baru saja memandikan dan mengganti baju bayinya, lalu sebentar pergi, eh anaknya hampir saja dibawa pulang oleh orang lain. Kisah ini viral setelah Nina Saleha mengunggah curhatannya di media sosial.

Di video berdurasi lima menit itu, Nina menceritakan detik-detik paniknya. "Saya sudah mandiin anak, ganti bajunya, terus nunggu dipanggil," katanya. Karena lama tak ada panggilan, ia dan suami memutuskan turun dulu untuk makan.

Tapi siapa sangka, keputusan sederhana itu nyaris berakibat fatal.

Saat kembali ke ruang perawatan, pemandangan yang dilihat Nina bikin jantungnya berdebar kencang. Bayinya sudah digendong oleh pasangan suami-istri lain, siap-siap hendak keluar ruangan. "Saya tahu itu anak saya. Ingat bajunya, selimutnya. Pas saya lihat wajahnya, benar, itu anak saya," ujar Nina dengan suara masih bergetar saat ditemui di rumahnya di Margaasih, Kamis lalu.

Ia pun langsung menghampiri dan mencegah kejadian yang lebih buruk. Tapi kejadian itu jelas meninggalkan kekecewaan mendalam. Nina pun mempertanyakan sistem pengawasan di ruang bayi rumah sakit ternama itu.

Sebelumnya, bayinya dilarikan ke RSHS karena sakit kuning, setelah lahir di RS Unpad Jatinangor pada awal April. Setelah beberapa hari dirawat, sang bayi sebenarnya sudah diizinkan pulang pada Rabu. Tapi justru di hari yang seharusnya bahagia itu, malah terjadi insiden yang tak terlupakan.

Menanggapi gugatan publik ini, manajemen RSHS tak tinggal diam. Mereka langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi permohonan maaf.

"Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha," bunyi keterangan itu.

Menurut rumah sakit, mereka telah berkomunikasi langsung dengan keluarga dan persoalan ini berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. Di sisi lain, RSHS juga berjanji akan terus meningkatkan kualitas pelayanannya.

"Pada prinsipnya, kami akan selalu melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian layanan," tegas pernyataan tersebut, menutup dengan komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Meski sudah ada permintaan maaf, cerita ini tentu jadi pengingat keras bagi semua pihak tentang betapa rapuhnya prosedur yang kita anggap sudah aman. Dan bagi seorang ibu seperti Nina, momen menegangkan itu mungkin tak akan benar-benar terlupakan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar