Langit Iran mendadak jadi ajang pertempuran yang mematikan pada Jumat lalu. Sebuah pesawat tempur Amerika Serikat ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran. Peristiwa ini, yang terjadi tanggal 3 April 2026, tercatat sebagai insiden pertama dalam konflik yang sudah berlangsung lima pekan.
Menurut informasi dari pihak AS, satu awak pesawat berhasil diselamatkan setelah melakukan eject. Sayangnya, satu anggota kru lainnya masih dinyatakan hilang hingga berita ini diturunkan.
Insiden ini jelas menunjukkan betapa tingginya risiko yang masih mengintai pesawat-pesawat AS dan Israel di wilayah udara Iran. Padahal, baru-baru ini Presiden Donald Trump dan Menhan Pete Hegseth dengan tegas menyatakan pasukan mereka punya kendali penuh atas langit di sana. Nyatanya, pernyataan itu seolah diuji dengan keras.
Menariknya, Jumat itu ternyata bukan cuma satu pesawat yang jatuh. Media New York Times melaporkan, ada pesawat tempur AS kedua yang juga jatuh di kawasan Teluk, mengutip dua pejabat AS. Pilot tunggal dari pesawat kedua ini berhasil diselamatkan.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Umumkan Skuad untuk ASEAN Futsal Championship 2026
Trump Berganti Sikap: Dari Minta Bantuan NATO hingga Ancaman Serbu Iran
Bentrokan Antarwarga di Halmahera Tengah Tewaskan Dua Orang
Target Pertumbuhan 5,4% Terancam Gejolak Harga Minyak dan Defisit APBN