Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Satu Awak Dinyatakan Hilang

- Sabtu, 04 April 2026 | 06:45 WIB
Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Satu Awak Dinyatakan Hilang

Langit Iran mendadak jadi ajang pertempuran yang mematikan pada Jumat lalu. Sebuah pesawat tempur Amerika Serikat ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran. Peristiwa ini, yang terjadi tanggal 3 April 2026, tercatat sebagai insiden pertama dalam konflik yang sudah berlangsung lima pekan.

Menurut informasi dari pihak AS, satu awak pesawat berhasil diselamatkan setelah melakukan eject. Sayangnya, satu anggota kru lainnya masih dinyatakan hilang hingga berita ini diturunkan.

Insiden ini jelas menunjukkan betapa tingginya risiko yang masih mengintai pesawat-pesawat AS dan Israel di wilayah udara Iran. Padahal, baru-baru ini Presiden Donald Trump dan Menhan Pete Hegseth dengan tegas menyatakan pasukan mereka punya kendali penuh atas langit di sana. Nyatanya, pernyataan itu seolah diuji dengan keras.

Menariknya, Jumat itu ternyata bukan cuma satu pesawat yang jatuh. Media New York Times melaporkan, ada pesawat tempur AS kedua yang juga jatuh di kawasan Teluk, mengutip dua pejabat AS. Pilot tunggal dari pesawat kedua ini berhasil diselamatkan.

Di sisi lain, media-media Iran punya narasi yang sedikit berbeda. Mereka memberitakan bahwa penduduk setempat sempat menembaki helikopter AS yang sedang melakukan misi pencarian dan penyelamatan. Misi itu diluncurkan setelah jatuhnya pesawat yang diduga kuat adalah jet F-15E berkursi ganda.

William Goodhind, seorang analis citra forensik di Contested Ground, melihat ada kemiripan.

"Gambar sirip ekor pesawat yang beredar di media sosial," ujarnya, "sangat mirip dengan sirip ekor F-15E Strike Eagle, pesawat yang memang dirancang untuk dua awak."

Saat ini, Korps Garda Revolusi Iran dikabarkan masih menyisir area di barat daya Iran, dekat lokasi jatuhnya pesawat. Gubernur regional bahkan menjanjikan hadiah bagi siapa pun yang berhasil menangkap atau menetralkan pasukan musuh. Sementara itu, Pentagon dan Komando Pusat AS belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar mengenai insiden ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar