Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahan pada sesi pertama perdagangan, Selasa (26/5/2026), dengan ditutup turun 0,91 persen ke posisi 6.149,68. Pergerakan indeks sejak awal sesi langsung menunjukkan tekanan, di mana IHSG dibuka di zona merah pada level 6.201 dan sempat menyentuh titik terendah di angka 6.132,35.
Tekanan jual yang cukup dominan tercermin dari data perdagangan. Sebanyak 415 saham tercatat melemah, sementara 267 saham berhasil menguat, dan 277 saham lainnya bergerak stagnan. Volume transaksi mencapai 13,9 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,118 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi meskipun berada dalam tekanan.
Pelemahan tidak hanya dialami IHSG, tetapi juga merambah ke berbagai indeks lainnya. Indeks LQ45 tercatat turun 1,18 persen, SRI-KEHATI turun 2,07 persen, JII turun 0,71 persen, ISSI turun 0,71 persen, dan IDX30 turun 1,25 persen. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan jual menyebar hampir di seluruh lini saham unggulan dan syariah.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor juga parkir di zona merah. Sektor industri, infrastruktur, bahan baku, siklikal, energi, teknologi, kesehatan, dan non-siklikal, serta properti, semuanya mengalami penurunan. Sementara itu, hanya sektor transportasi yang mampu mencatatkan penguatan sebesar 1,50 persen, dan sektor kesehatan bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melonjak 30,68 persen, disusul PT Arthavest Tbk (ARTA) yang naik 23,50 persen, dan PT Nusantara Almazia (NZIA) yang menguat 19,83 persen. Sebaliknya, posisi top losers ditempati oleh PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang turun 14,87 persen, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang melemah 14,63 persen, dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang anjlok 10,12 persen.
Artikel Terkait
CLEO Akuisisi Aset Pabrik dan Gudang di Cikarang Senilai Rp54,36 Miliar
Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.789 per Dolar AS, Dipicu Ketegangan Timur Tengah dan Kenaikan Harga Minyak
PT Singaraja Putra Rights Issue Rp721,5 Miliar untuk Akuisisi Tambang Batu Bara dan Pelunasan Utang
Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp936,26 Miliar, Setara Rp20 per Saham