Persijap Jepara Jadi Momok Persib Bandung Sepanjang Musim, Raih Lima Poin dari Juara Bertahan

- Senin, 25 Mei 2026 | 10:31 WIB
Persijap Jepara Jadi Momok Persib Bandung Sepanjang Musim, Raih Lima Poin dari Juara Bertahan

Dominasi Persib Bandung di Super League 2025/2026 tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Di balik keberhasilan Maung Bandung meraih hattrick juara, terdapat satu tim yang konsisten menjadi momok sepanjang musim, yaitu Persijap Jepara. Laskar Kalinyamat tercatat sebagai satu-satunya klub yang berhasil merebut lima poin dari Persib dalam dua pertemuan musim ini.

Persijap Jepara menahan imbang Persib tanpa gol di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sebelumnya, mereka juga menjadi tim pertama yang menumbangkan skuad asuhan Bojan Hodak pada putaran pertama. Hasil tersebut menempatkan Persijap sebagai lawan paling menyulitkan Persib sepanjang perjalanan menuju gelar juara.

Laga pekan terakhir di GBLA menjadi bukti ketangguhan Persijap. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh, Laskar Kalinyamat berhasil meredam agresivitas tuan rumah dan memaksa pertandingan berakhir tanpa gol. Hasil imbang 0-0 itu terasa istimewa karena Persijap menjadi klub kedua yang mampu membuat Persib gagal mencetak gol di kandang sendiri musim ini. Sebelumnya, hanya Arema FC yang berhasil melakukan hal serupa, meskipun akhirnya kalah 1-2 di Kanjuruhan.

Sinyal bahaya dari Persijap sebenarnya sudah terlihat sejak awal musim. Tepat pada 18 Agustus 2025, di Stadion Gelora Bumi Kartini, mereka sukses mengalahkan Persib dengan skor 2-1. Kemenangan tersebut menjadi kekalahan pertama Persib di Super League 2025/2026 sekaligus awal mula Laskar Kalinyamat mendapat sorotan besar.

Dua gol kemenangan Persijap dicetak oleh Carlos Franca pada menit ke-68 dan Abdallah Sudi di masa injury time menit 90 3. Sementara itu, Persib hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Uilliam Barros pada menit 90 2. Hasil itu menjadikan Persijap sebagai satu-satunya tim yang mampu mengambil lima poin dari Persib dalam satu musim kompetisi.

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengaku bangga dengan perjuangan anak asuhnya yang mampu memberikan perlawanan sengit kepada klub besar seperti Persib Bandung. Menurutnya, pencapaian utama Persijap musim ini bukan sekadar menahan atau mengalahkan tim besar, melainkan memastikan klub tetap bertahan di kasta tertinggi.

“Sangat senang kita bisa memberikan perlawanan kepada dua tim besar dengan hasil imbang. Tapi terpenting bagaimana kita bisa bertahan di kasta tertinggi untuk musim depan. Terima kasih kepada tim yang sudah bekerja keras selama satu musim penuh,” ujar Mario Lemos pada Minggu, 24 Mei 2026.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Persijap tidak ingin cepat puas meskipun sukses mencuri perhatian lewat performa impresif melawan Persib.

Sementara itu, Bojan Hodak tidak terlalu mempermasalahkan hasil imbang melawan Persijap. Pelatih asal Kroasia tersebut menilai hasil pertandingan terakhir tidak akan banyak dibicarakan karena Persib berhasil menutup musim sebagai kampiun. Baginya, gelar juara tetap menjadi hal utama yang akan dikenang publik.

“Skornya 0-0, kami punya peluang tapi tak bisa jadi gol, tapi kami menjadi juara. Tidak akan ada yang mengingat pertandingan, tidak akan ada yang mengingat pertandingan lainnya, semuanya hanya akan mengingat ini (juara). Hanya itu saja,” kata Hodak.

Ucapan Bojan memang benar. Persib tetap menorehkan sejarah dengan menjadi juara tiga musim beruntun. Namun di balik kesuksesan besar itu, Persijap Jepara tetap tercatat sebagai satu-satunya tim yang paling merepotkan Maung Bandung sepanjang musim.

Meskipun tidak bersaing di papan atas, Persijap Jepara berhasil mencuri perhatian lewat mentalitas dan disiplin permainan mereka. Kemampuan mengalahkan Persib lalu menahan imbang tanpa gol di GBLA menjadi bukti bahwa Laskar Kalinyamat layak diperhitungkan musim depan. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan memperkuat skuad, Persijap bukan tidak mungkin menjadi kejutan baru di Super League musim berikutnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar