Dua fasilitas baru untuk memproduksi LPG atau elpiji dipastikan akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Kabar ini datang langsung dari Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu lalu.
Menurut Djoko, pabrik LPG Cilamaya yang dikelola PT Energi Nusantara Perkasa sudah hampir rampung. Progresnya kini mencapai 92,9 persen. Tinggal penyelesaian akhir di area proses, jaringan pipa, dan fasilitas terminalnya saja.
“Pada April ini kita targetkan peresmian LPG Plant Cilamaya dengan kapasitas sekitar 163 metrik ton per hari, serta LPG Plant Tuban sebesar 30 metrik ton per hari. Jadi totalnya kurang lebih 200 metrik ton per hari,”
ujarnya.
Kalau di Cilamaya masih ada sisa pengerjaan, lain cerita dengan LPG Plant Tuban milik PT Sumber Aneka Gas. Fasilitas yang berlokasi di Jawa Timur ini bahkan sudah masuk tahap commissioning. Artinya, tinggal uji coba sistem sebelum benar-benar berjalan. Targetnya, bisa onstream juga di bulan April nanti.
Nah, selain dua proyek yang sudah di depan mata itu, SKK Migas ternyata sudah menyiapkan beberapa rencana lanjutan. Kapasitasnya pun lebih besar.
Yang paling mencolok adalah proyek LPG Plant Jambi Merang. Kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 320 metrik ton per hari. Saat ini, proyek yang dijadwalkan beroperasi pada kuartal II 2027 itu sudah lewat proses tender. Mereka sedang fokus pada evaluasi untuk akuisisi kilang yang sudah ada.
Tak hanya itu, ada juga persiapan untuk LPG Plant Senoro. Kapasitasnya sekitar 54 metrik ton per hari dengan target operasi di tahun 2027. Untuk proyek ini, pengembangannya mencakup pembangunan fasilitas flare gas recovery. Pengerjaan fasilitas pendukung itu sendiri ditargetkan selesai pada pertengahan tahun depan.
Dan masih ada lagi. Djoko menambahkan, pihaknya sedang mendorong pengembangan satu LPG Plant lagi di Jawa Timur. Potensi kapasitasnya sekitar 50 metrik ton per hari.
“Rencana ini tinggal menunggu arahan dan peresmian oleh Presiden,”
kata Djoko, menyebutkan bahwa proyek ini masih dalam tahap evaluasi skema dan komersialisasi. Jika semua berjalan mulus, target operasinya juga di tahun 2027.
Jadi, mulai tahun ini hingga beberapa tahun ke depan, sepertinya akan ada tambahan pasokan LPG yang signifikan dari dalam negeri. Semoga saja target-target itu bisa tercapai tepat waktu.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi ke Harga Pangan
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter
Biaya Perbaikan Infrastruktur Energi Timur Tengah Akibat Konflik Melonjak Jadi US$58 Miliar
Gubernur DKI Klaim WFH Jumat Efektif Kurangi Kemacetan, Larang ASN Pakai Kendaraan Pribadi