Laga pekan ke-27 Liga 1 antara PSM Makassar melawan PSIM Yogyakarta bakal panas. Bukan cuma soal tiga angka, tapi lebih dari itu: mental, strategi, dan konsistensi bakal diuji habis-habisan.
Jelang duel penting ini, pelatih PSM Ahmad Amiruddin tak menampik tantangan besar yang menanti. PSIM punya reputasi sebagai tim tangguh, ditambah lagi dengan dukungan suporter fanatiknya yang terkenal bikin lawan ciut nyali.
“Pertandingan besok pastinya akan menjadi laga yang berat dan sulit buat kami, karena kita tahu PSIM adalah tim yang bagus dan bakal didukung oleh ribuan suporternya,” ujar Amiruddin.
Atmosfer di stadion nanti pasti mencekam. Tapi, tim Juku Eja ini punya modal berharga: pengalaman di laga-laga besar. Itu yang diharapkan bisa bikin mereka tetap tenang dan fokus di tengah tekanan.
Disiplin dan Mental Baja Jadi Kunci
Bicara kemenangan, Amiruddin bilang taktik saja tak cukup. Semuanya bermuara pada mentalitas anak buahnya di lapangan.
“Dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Siapa yang lebih disiplin, lebih agresif, punya sikap pantang menyerah, itu yang akan dekat dengan hasil terbaik,” tegasnya.
Karakter kuat dan permainan kolektif PSM memang tak diragukan lagi. Tapi menghadapi PSIM yang musim ini konsisten? Butuh performa ekstra. Disiplin bertahan dan efektivitas menyerang jadi penentu utama. Sedikit saja lengah, akibatnya bisa fatal.
Persiapan Matang Modal Utama
Di sisi lain, pemain PSM Gala Pagamo mengaku persiapan tim sudah maksimal. Latihan intensif beberapa hari terakhir fokus pada koordinasi dan strategi khusus untuk mengantisipasi gaya bermain PSIM.
“Kita sudah mempersiapkannya dengan baik, baik dari sisi teknis, taktikal, maupun non-taktikal. Semoga besok kami bisa menjalankan instruksi pelatih dengan baik,” ujar Gala.
Artikel Terkait
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Peran Pakistan dalam Gencatan Senjata AS-Iran
Gibran Desak Persidangan Kasus Penyegraman Andrie Yunus Berjalan Jujur dan Terbuka
KPK Periksa 10 Saksi Kasus Suap Bupati Rejang Lebong di Kantor BPKP Bengkulu