Malam Tahun Baru Tak Harus Mewah, Intinya Kebersamaan

- Selasa, 30 Desember 2025 | 17:36 WIB
Malam Tahun Baru Tak Harus Mewah, Intinya Kebersamaan

Malam tahun baru itu selalu punya nuansanya sendiri, ya. Bisa diisi dengan kegiatan seru, obrolan yang ngalor-ngidul sampai lupa waktu. Momennya tetap spesial, entah kamu merayakannya sendirian, bareng teman-teman, atau sekadar kumpul keluarga.

Yang menarik, banyak orang justru lebih memilih perayaan yang sederhana. Tidak perlu ribet atau mahal-mahal. Di detik-detik pergantian tahun, yang dicari kebanyakan orang ternyata cuma satu: kebersamaan.

Tapi tentu saja, selera setiap orang berbeda. Lalu, gimana sih sebenarnya cara orang-orang menghabiskan malam tahun baru? Kami coba tanyakan pada beberapa orang, dan inilah cerita mereka.

Malam Tahun Baru, dari All You Can Eat Sampai Naik Gunung

Ambil contoh Haryadi Handika. Pria 39 tahun asal Tangerang ini hampir selalu punya ritual tahunan: kulineran. Biasanya, dia puas-puasin makan All You Can Eat di luar rumah.

Bagi Haryadi, keluar rumah jelang tahun baru adalah cara ampuh untuk refreshing. Sekalian mengusir mumet yang sudah menumpuk di kepala. Apalagi pikirannya biasanya sudah mulai sibuk memikirkan resolusi untuk tahun yang akan datang.

Dia juga punya tips kecil yang menarik. Menurutnya, coba tulis saja resolusi sebanyak mungkin di awal tahun. Nanti, di penghujung tahun, baru di-review lagi.

“Buat sebanyak banyaknya resolusi 2026 yang nanti nya di review di akhir tahun 2026, mana yang tercapai, mana yang tidak,” tuturnya.

Kebiasaan seperti ini memang terlihat sepele, tapi bisa jadi langkah awal untuk hidup yang lebih terencana. Perencanaan yang matang, seperti pernah disebutkan dalam berbagai literasi, memang membantu kita menyelesaikan masalah dan mengarahkan hidup lebih baik.

Nah, ceritanya bakal beda lagi kalau kita dengar dari Marantina. Perempuan 35 tahun ini justru lebih sering menghabiskan malam tahun baru dengan kumpul keluarga besar. Tahun lalu dia ke Bali, tahun ini Medan jadi pilihan untuk quality time.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar