Hidayat Nur Wahid Apresiasi Peran Pakistan dalam Gencatan Senjata AS-Iran

- Kamis, 09 April 2026 | 19:00 WIB
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Peran Pakistan dalam Gencatan Senjata AS-Iran

Keberhasilan Pakistan dalam memfasilitasi gencatan senjata awal antara Amerika Serikat dan Iran mendapat apresiasi dari Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Ia melihat langkah ini sebagai terobosan penting. Bukan cuma untuk meredakan ketegangan dua negara itu, tapi juga untuk mencegah efek berantai yang bisa mengguncang dunia.

“Poin-poin tersebut sangat krusial agar gencatan senjata dapat terlaksana dengan maksimal, dan perdamaian benar-benar terwujud,”

ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman MPR.

Menurut HNW, dukungan dari PBB, OKI, hingga Uni Eropa terhadap inisiatif Pakistan itu wajar adanya. Soalnya, stabilitas kawasan Timur Tengah itu urusan bersama. Ia bilang, dampaknya luas sekali mulai dari keamanan ekonomi global sampai keselamatan jutaan jemaah haji yang beribadah.

Tapi, kata politikus senior ini, gencatan senjata cuma antara AS dan Iran itu belum cukup. Harus lebih luas jangkauannya agar perdamaian terasa nyata. Ia mendesak agar perundingan lanjutan di Islamabad nanti, yang rencananya digelar 10 April 2026, juga memasukkan poin penghentian serangan Israel ke Lebanon, negara-negara Teluk, serta tentu saja Palestina Gaza dan Tepi Barat.

Tanpa perluasan itu, upaya perdamaian bakal setengah hati. Parsial. Dan konflik di tanah suci tetap jadi luka yang terbuka.

Palestina dan Masjid Al Aqsa Tak Boleh Dilupakan

HNW secara khusus menyoroti situasi di Palestina. Serangan Israel, katanya, masih terus berlangsung. Belum lagi penutupan Masjid Al Aqsa yang menyulut amarah umat Islam di berbagai penjuru. Menurutnya, menghentikan tindakan-tindakan itu harus jadi bagian utama dari kesepakatan damai apa pun. Barulah keadilan bisa ditegakkan.

Usulan ini, ia tegaskan, sejalan dengan suara banyak pihak. Baik otoritas Palestina sendiri maupun sejumlah negara di kawasan Teluk yang sudah lama mendamba ketenangan.

Di sisi lain, HNW mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam. Posisi Indonesia dinilainya strategis. Bisa menjembatani komunikasi dengan banyak pihak, entah itu Pakistan, Iran, atau bahkan Amerika Serikat. Peran diplomasi aktif sangat dibutuhkan agar gencatan senjata ini tidak cuma bersifat sementara. Tapi bertahan setidaknya hingga musim haji 2026 nanti.

Dinamika Rumit AS dan Israel

HNW juga menyentuh hubungan AS-Israel. Ia mengingatkan Presiden Donald Trump agar tidak terjebak pada kepentingan politik Israel yang, menurutnya, justru sering menghambat perdamaian. Langkah AS menyepakati gencatan dengan Iran patut diapresiasi, itu jelas. Namun, harus ada tindak lanjut yang konkret. AS perlu menekan Israel agar menghentikan serangannya di kawasan.

Kalau tidak, semua upaya ini bisa jadi sia-sia. Perdamaian yang diidamkan hanya akan jadi ilusi belaka.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar