Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bandar Lampung berinisial KA (13) nekat menusuk perut temannya, V (13), menggunakan benda tajam. Tindakan kekerasan itu dipicu oleh perundungan yang dialami pelaku secara terus-menerus.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengungkapkan bahwa pengakuan tersebut diperkuat oleh keterangan sejumlah saksi dari kalangan siswa. “Berdasarkan keterangan saksi dari rekan-rekan sekolah keduanya, KA ini sering dirundung atau dibully,” ujarnya.
Menurut Gigih, bentuk perundungan yang diterima KA tidak hanya berupa ejekan verbal, tetapi juga hinaan yang menyangkut orang tua korban. Pelaku mengaku kerap dihina dengan kata-kata kasar, bahkan hingga menyebut nama ibunya. “Pelaku ini mengaku dihina dengan kata-kata yang kasar bahkan sampai menyebut kata yang membawa orang tuanya,” jelas perwira polisi tersebut.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Raden Pemuka, Kelurahan Gunung Sulah, Bandar Lampung, pada Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Usai kejadian, korban dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek dan terlihat masih dalam kondisi sadar saat menjalani perawatan di ruang IGD. Video kondisi korban yang tergeletak di rumah sakit pun beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Di sisi lain, polisi memastikan akan menangani kasus ini secara hati-hati dengan melibatkan berbagai pihak, mengingat baik pelaku maupun korban masih di bawah umur. Gigih menegaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan akan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi anak berhadapan dengan hukum. Ia juga berharap orang tua dan pihak sekolah lebih aktif memantau pergaulan serta perkembangan siswa agar praktik perundungan tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Artikel Terkait
Sapi Kurban Lolos dari Ikatan, Berlari ke Jalan Raya di Ciputat Timur
Lonjakan Permintaan Golok Jelang Iduladha, Kampung Pandai Besi di Bandung Raup Berkah Musiman
Sapi Kurban Mengamuk, Tercebur ke Selokan saat Hendak Diberi Makan di Bogor
Dusun Krajan Banjarnegara Kurban 52 Sapi dan 339 Kambing, Warga Gotong Royong Jadi RPH Dadakan