MURIANETWORK.COM - Ketua Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan tim investigasi khusus yang akan memeriksa tuduhan kepemilikan sahamnya di perusahaan publik. Pernyataan ini disampaikan menanggapi laporan yang menyebutkan dirinya memegang saham senilai ratusan ribu ringgit, yang diduga melampaui batas ketentuan bagi pegawai negeri.
Kesiapan Penuh dan Transparansi
Azam Baki menegaskan tidak akan menghalangi proses penyelidikan. Dia berjanji akan menyerahkan seluruh dokumen yang diperlukan, termasuk berkas-berkas perbankan pribadi, kepada komite yang dibentuk. Komite khusus ini rencananya akan dipimpin langsung oleh Jaksa Agung Mohd Dusuki Mokhtar.
“Mereka bisa menjalankan tanggung jawab dan saya siap memberikan dokumen atau pernyataan apa pun yang mereka butuhkan. Tidak ada yang perlu disembunyikan,” tegas Azam, seperti dikutip dari The Star, Minggu (15/2/2026).
Dia menambahkan, akses terhadap dokumen sensitif akan dibatasi secara ketat hanya untuk pihak yang berwenang. “Dokumen pribadi, seperti dokumen bank, akan saya tunjukkan kepada mereka, tapi tidak kepada mereka yang tidak terlibat (dalam tim). Mengenai siapa yang akan menjadi bagian dari komite, saya serahkan kepada pemerintah," lanjutnya.
Permintaan Investigasi Berasal dari Dirinya Sendiri
Yang menarik, Azam mengklaim bahwa inisiatif untuk penyelidikan justru datang dari dirinya sendiri. Langkah ini ditempuh untuk membersihkan namanya dan menjawab segala keraguan publik terkait isu yang beredar.
Artikel Terkait
Banten Jemput Bola Terbitkan NIB Gratis untuk Stabilkan Harga Minyakita
Operasi Penyelamatan AS Gagal Temukan Pilot Pesawat yang Diklaim Ditembak Iran
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan Bahan Baku Plastik, Industri Minta Relaksasi Impor
Tanggul Jebol di Demak, 4 Kecamatan Terendam dan 1 Warga Hilang