Awal musim MotoGP 2026 ternyata tak semulus yang dibayangkan. Bagi Marc Marquez, sang juara bertahan, tiga seri pertama ini lebih mirip medan pertempuran melawan dirinya sendiri. Ya, meski gelar masih melekat di namanya, Marquez dengan blak-blakan mengaku kondisinya jauh dari kata prima.
Lewat video dokumenter Ducati yang beredar, ada pengakuan jujur dari pembalap Spanyol itu. Ia tak cuma berperang dengan set-up motornya, tapi juga dengan kondisi fisiknya sendiri. Sebuah pernyataan yang tentu bikin para penggemar was-was.
Beban di Bahu yang Tak Juga Pergi
Kilatan dominasi Marquez, yang biasanya langsung terlihat sejak lampu hijau pertama, kini seolah redup. Akar masalahnya ternyata masih sama: cedera bahu. Operasi kompleks yang ia jalani Oktober lalu, pasca kecelakaan dahsyat di Indonesia, rupanya masih meninggalkan bayangan panjang.
Rasa sakit itu bertahan, mengganggu hingga balapan-balapan awal musim ini. Usai seri di Austin, bos tim Ducati Davide Tardozzi berusaha membela sang pembalap dari spekulasi yang berlebihan. Tardozzi menegaskan, kendala fisik itu memang jadi faktor besar yang mempengaruhi performa Marquez.
Dan Marquez sendiri membenarkannya. Dalam percakapan dengan kru garajnya yang terekam kamera, nada suaranya terdengar serius dan penuh perhitungan.
"Motor ini memang dalam kondisi kritis, tapi begitu juga dengan saya. Saya sedang berjuang keras. Motor adalah satu poin masalah, tapi kondisi saya adalah poin masalah lainnya," ujarnya.
Dilempar Kejar-kejaran oleh Aprilia
Fakta pahitnya, ini pertama kalinya sejak 2024 Marquez gagal naik podium balapan utama dalam tiga seri pembuka berturut-turut. Ironisnya, ia sebenarnya masih sanggup menunjukkan kecepatan murni. Lihat saja di sesi kualifikasi dan balapan sprint; kemenangan di Brasil dan pace kuat di Thailand membuktikannya.
Tapi balapan hari Minggu selalu jadi cerita lain. Di Thailand, masalah teknis pada ban menggagalkan peluangnya. Sementara di Brasil dan Amerika, ia harus puas di posisi empat, kalah duel dari Fabio Di Giannantonio dan harus menelan penalti Long Lap.
Yang makin memanas adalah persaingan dengan Aprilia. Rival dari Noale itu sedang on-fire. Bahkan Francesco Bagnaia, rekan setim Marquez di Ducati, mengakui kalau Aprilia saat ini terlihat beberapa langkah lebih depan.
Nah, jeda panjang di bulan April ini jadi waktu yang krusial buat Marquez. Ini kesempatan terakhirnya untuk benar-benar memulihkan bahu yang masih ngilu. Dengan GP Qatar yang molor, semua mata akan tertuju ke Jerez akhir bulan nanti. Itu saatnya pembuktian, atau justru kecemasan yang kian menjadi.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Incar Bek Timnas Armenia Artur Kartashyan untuk Musim Depan
Jonatan Christie Siap Akhiri Puasa Gelar 14 Tahun Indonesia Open di Sektor Tunggal Putra
Jonatan Christie ke Final Indonesia Open untuk Pertama Kali, Siap Hadapi Victor Lai
Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty di Moto3 Hungaria, Posisi Start Tetap Aman