Dari balik layar, suara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, terdengar tegas namun penuh empati. Dialog daring itu digelar Minggu lalu, dalam forum ‘Musara Pakat Linge’, yang menghubungkannya langsung dengan warga dan relawan di Aceh Tengah. Intinya satu: pemerintah berkomitmen penuh untuk mempercepat perbaikan infrastruktur telekomunikasi yang rusak diterjang banjir bandang di Desa Reje Payung.
Bagi Nezar, situasi ini memang darurat. “Walaupun di tengah keterbatasan, semangat kita tidak pernah luntur untuk saudara-saudara kita di daerah bencana, khususnya di kawasan Linge dan Reje Payung,” ujarnya.
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi. Dalam kondisi pasca-bencana, jaringan komunikasi yang lancar adalah urat nadi. Tanpa itu, koordinasi bantuan bakal kacau. Warga juga sulit menghubungi keluarga untuk sekadar memberi kabar ‘kami baik-baik saja’. Makanya, pemulihan jaringan jadi prioritas utama Kemenkominfo. Mereka harus memastikan masyarakat tetap terhubung agar penanganan dampak bisa berjalan efektif.
“Dari sudut Kementerian Komdigi, kami mencoba mengatasi berbagai kesulitan telekomunikasi yang terjadi di daerah bencana seperti yang kita lakukan pada hari ini,” tegas Nezar lagi.
Namun begitu, dia sadar betul bahwa pekerjaan sebesar ini mustahil ditangani sendirian. Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor mutlak diperlukan. Nezar pun menyoroti dan mengapresiasi peran aktif kelompok masyarakat sipil. Relawan Aceh Tanggung dan tenaga medis di lapangan disebutnya sebagai pahlawan yang kerja kerasnya luar biasa.
Forum Musara Pakat Linge sendiri ternyata tak cuma membahas soal sinyal. Dari diskusi itu muncul catatan-catatan penting lain soal kebutuhan warga yang mendesak. Misalnya, kerusakan lahan pertanian yang jadi tulang punggung perekonomian mereka. Ini masalah serius.
Nezar memastikan semua masukan tadi akan dibawa dan diintegrasikan ke dalam kerangka kerja pemulihan, tentu dengan melibatkan kementerian atau lembaga terkait lainnya. “Yang paling penting kebutuhan-kebutuhan yang mendesak dan pokok dari masyarakat ini bisa segera kita penuhi,” tambahnya.
Lalu, kuncinya apa? Menurut sang Wamen, semua itu butuh komunikasi yang intens. Eksekusinya juga harus dijaga bersama-sama. Sebuah tugas berat yang menanti di depan.
Artikel Terkait
5 Hidangan Wajib Imlek 2026 dan Makna Filosofisnya
Pemprov DKI dan Badan Gizi Nasional Perkuat Kolaborasi Program Makan Bergizi Gratis
Rieke Diah Pitaloka Desak Pemerintah Segera Reaktivasi 120 Ribu Peserta BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan
Nadiem Klaim Kesaksian LKPP Bantah Dakwaan Kerugian Negara Rp2,1 Triliun