BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa S2 dan S3 Berbasis Riset, Tutup 27 Maret 2026

- Minggu, 08 Februari 2026 | 20:00 WIB
BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa S2 dan S3 Berbasis Riset, Tutup 27 Maret 2026

Bagi para peneliti yang ingin mendalami studi S2 atau S3 tanpa harus meninggalkan aktivitas risetnya, ada kabar menarik dari BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional itu baru saja membuka pendaftaran untuk Program Beasiswa Degree by Research (DbR) tahun ajaran 2026/2027. Pendaftarannya sendiri ditutup pada 27 Maret 2026 mendatang, melalui laman byresearch.brin.go.id.

Namun begitu, apa sebenarnya program DbR ini? Intinya, ini adalah skema khusus. Berbeda dari beasiswa biasa yang fokusnya ke perkuliahan, DbR justru menempatkan kegiatan penelitian sebagai inti. Jadi, peserta akan menjalani pendidikan formal sambil langsung terjun dalam proyek riset bersama para periset BRIN. Tujuannya jelas: menghasilkan kontribusi nyata bagi perkembangan iptek di tanah air sekaligus memperkuat kapasitas SDM.

Menurut Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, program ini memang dirancang untuk meningkatkan kapasitas pegawai dan SDM lainnya.

Ia menambahkan, kesempatan ini terbuka untuk berbagai latar belakang ilmu, mulai dari sains alam, teknik, kesehatan, hingga sosial humaniora. Yang penting, peserta harus siap terlibat aktif dalam riset sejak awal masa studi.

Nah, ada poin menarik yang ditekankan oleh Bakhtiardi Putra Siswinanda, Ketua Tim Manajemen Talenta 3 BRIN. Menurutnya, DbR punya filosofi yang berbeda.

Jadi, pendaftar harus paham betul bahwa riset adalah landasan utamanya. Untuk mendaftar, calon peserta wajib membuat akun dan mengunggah dokumen di sistem online BRIN. “Semua template-nya sudah ada,” ungkap Bakhtiardi, berharap calon peserta bisa lolos tahap administrasi dengan persiapan yang matang.

Siapa Saja yang Bisa Mendaftar?

Kriterianya dibagi untuk PNS dan non-ASN. Untuk PNS, syaratnya antara lain berpangkat minimal III/a, sudah lulus seleksi masuk perguruan tinggi, dan mendapat rekomendasi dari kepala satuan kerja serta ketua kelompok penelitian di BRIN. Mereka juga tidak boleh sedang menjalani hukuman disiplin atau menerima beasiswa lain di periode yang sama.

Di sisi lain, peserta non-ASN juga punya peluang. Syarat utamanya adalah harus sudah memiliki kolaborasi penelitian dengan kelompok kerja di BRIN. Sama seperti PNS, mereka juga harus lolos seleksi masuk perguruan tinggi dan mendapatkan rekomendasi yang diperlukan.

Tak Hanya Peserta, Pembimbing Juga Ada Syaratnya

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar