Polemik penahanan Gus Yaqut oleh KPK kembali menyita perhatian. Kali ini, komentar datang dari Mahfud MD. Mantan Menko Polhukam itu punya pandangan menarik, bahkan menyebut langkah lembaga antirasuah itu "lincah dan cerdik".
Lewat akun Instagramnya, Mahfud mencoba membaca ulang seluruh drama hukum ini. Banyak yang bilang KPK salah karena sempat melepas Gus Yaqut. Tapi menurut dia, justru di situlah letak kecerdikannya.
“Pada umumnya orang melihat KPK melakukan kesalahan karena sempat melepas Yaqut akibat desakan politik. Menurut saya, ini analisis, KPK tidak salah ketika melepas dan kemudian menahan kembali Yaqut,”
Begitu tulis Mahfud di unggahan Kamis (26/3) lalu.
Ia menduga, keputusan awal untuk menahan rumah mantan Menag itu memang tak lepas dari intervensi politik. Namun begitu, gelombang reaksi publik yang muncul kemudian justru mengubah segalanya. KPK pun diserang, terutama soal penggunaan Pasal 108 KUHAP yang dianggap janggal.
Nah, situasi kritis itulah yang akhirnya memberi KPK ruang untuk bergerak. Tekanan publik yang kian menguat rupanya jadi faktor pendorong baru. "Kalau sebelumnya dipersepsikan ada tekanan politik tertentu, maka sekarang tekanan publik yang lebih besar juga menjadi faktor yang memengaruhi," ujar Mahfud.
Di mata Mahfud, KPK tak sekadar pasif. Mereka aktif mengelola tekanan itu dengan strategi. Dengan kata lain, mereka menciptakan tekanan tandingan untuk menetralisir intervensi yang datang dari arah lain.
“Dalam analisis saya, KPK itu lincah dan cerdik, mampu merespons tekanan politik dengan menciptakan tekanan pembanding,”
Pengalaman pribadinya di pemerintahan dulu juga ia jadikan referensi. Mahfud mengaku pernah menggunakan respons publik sebagai alat pertimbangan kebijakan, terutama saat tekanan politik datang menghadang. Jadi, apa yang dilakukan KPK ini bukan hal yang benar-benar asing di dunia politik.
Analisisnya ini tentu saja menambah warna dalam narasi panjang kasus Gus Yaqut. Di satu sisi, ia tak membenarkan sepenuhnya tindakan KPK. Di sisi lain, ia melihat ada semacam kelincahan taktis di balik langkah-langkah yang terlihat plin-plan di mata awam.
Artikel Terkait
Sungai di Tarakan Tercemar Oli Bekas, PDAM Setop Produksi Air Bersih, 15.000 Pelanggan Terdampak
Sejarah Panjang di Balik Tradisi Pakaian Hitam saat Pemakaman
Persija vs Persib: Laga Penentu Gelar Juara BRI Super League 2025/2026
Rusia Hapus Pameran Alutsista Berat dari Parade Kemenangan di Moskow untuk Pertama Kalinya dalam 19 Tahun