Semarang, Selasa (24/3/2026) pagi. Gerbang Tol Kalikangkung di Jawa Tengah ramai bukan main. Di sinilah rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional untuk arus balik Lebaran resmi dimulai. Jalur khusus ini membentang sepanjang ratusan kilometer, dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama, dengan satu tujuan: mengurai kemacetan yang sudah bisa ditebak bakal terjadi.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara di lokasi menunjukkan betapa seriusnya persiapan ini. Mulai dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menko PMK Pratikno, hingga Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, semua hadir. Mereka ingin memastikan manajemen arus balik tahun ini berjalan lebih mulus.
Dalam sambutannya, Menko Pratikno menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk pelayanan pemerintah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras. Ini adalah bagian dari inovasi kita untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang juga hadir, langsung mengingatkan para pemudik. Pesannya sederhana: atur waktu, hindari puncak kepadatan, dan pastikan kondisi badan fit sebelum menyetir.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama tetapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan," tegas Awaluddin.
Nasihat itu bukannya tanpa alasan. Meski tren keselamatan diklaim membaik data Korlantas Polri periode 13-23 Maret 2026 menunjukkan penurunan kecelakaan sekitar 2% (dari 2.397 jadi 2.349 kasus) tapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Yang cukup menggembirakan, angka korban meninggal dunia turun cukup tajam, sampai 27 persen.
Hingga 23 Maret, Jasa Raharja sendiri sudah menyalurkan santunan Rp10,45 miliar lewat program Zero Pending Claim. Program ini memang dirancang agar proses klaim cepat dan transparan, tanpa penundaan.
Kapolri Sigit Prabowo kemudian menambahkan imbauannya. Ia meminta masyarakat memanfaatkan semua fasilitas yang disediakan, mulai dari pos pelayanan hingga rest area. Ia juga mengingatkan soal opsi transportasi kereta api dan kebijakan work from anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah untuk mengurangi beban jalan raya.
"Masyarakat yang melaksanakan arus balik kami harapkan tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan seluruh fasilitas yang disediakan," kata Sigit.
Soal rest area, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberi perhatian khusus. Ia mengungkap prediksi mengerikan: kendaraan di puncak arus balik bisa mencapai 285 ribu unit. Makanya, beberapa rest area seperti 62B dan 52B akan dikelola dengan sistem buka-tutup bergantian agar tidak overflow. Masyarakat diminta bijak menggunakannya.
Namun begitu, keselamatan bukan cuma soal jalanan yang lancar. Faktor pengemudi sendiri seringkali jadi penentu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal ini. Pemerintah sudah menyiapkan pos-pos cek kesehatan gratis buat para sopir.
"Kami mengimbau pengemudi untuk beristirahat setiap tiga jam di rest area. Pengemudi yang mengantuk dan kelelahan merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan," pesan Budi.
Jadi, intinya sih semua sudah disiapkan. Mulai dari rekayasa lalu lintas skala besar, fasilitas pendukung, hingga imbauan kesehatan. Tinggal bagaimana kesadaran dan kedisiplinan para pemudik sendiri di jalan. Perjalanan panjang menuju rumah usai Lebaran memang melelahkan, tapi dengan persiapan matang, tiba dengan selamat pasti bisa diwujudkan.
Artikel Terkait
Lebih dari 470 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Baru Mulai Terima Bansos pada Triwulan II 2026
AS Rilis Ribuan Dokumen Rahasia UFO untuk Publik, Pertama dalam Sejarah
Presiden Prabowo Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo Usai KTT ASEAN
Korban Tewas Ledakan Pabrik Petasan di Hunan Bertambah Jadi 37 Orang, Polisi Tahan Delapan Tersangka