Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau yang akrab disapa Erin Wartia, menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan kepolisian terkait laporan dugaan penganiayaan yang diajukan oleh mantan asisten rumah tangganya, Herawati. Dalam pernyataannya, Erin menegaskan bahwa dirinya memiliki bukti kuat yang dapat membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia pun tidak merasa gentar menghadapi proses hukum yang tengah berjalan.
Erin mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan didampingi oleh tim kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga dan Ery Kertanegara. Namun, kedatangannya bukan untuk menyerahkan diri, melainkan untuk membuat laporan balik terhadap Herawati atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Langkah ini diambil setelah Erin merasa data pribadinya, termasuk foto kendaraan dan foto anak-anaknya, disebarluaskan tanpa izin melalui media sosial.
“Sangat siap sekali karena saya punya buktinya semua,” ujar Erin Wartia saat ditemui di lokasi, beberapa waktu lalu. Ia mengklaim memiliki fakta-fakta yang berbeda dari apa yang dituduhkan selama ini. Menurut Erin, tindakan mantan pekerjanya itu telah melanggar privasi dan mengganggu kenyamanan keluarganya.
Kuasa hukum Erin, Ery Kertanegara, menjelaskan bahwa laporan mereka telah resmi diterima oleh pihak kepolisian. Laporan tersebut merujuk pada Pasal 65 ayat 2 juncto Pasal 67 ayat 2 dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. “Kita telah melakukan laporan polisi atas terlapor berinisial H. Di mana atas tindakan tersebut terjadi adanya penyebarluasan berupa perlindungan data pribadi,” kata Ery.
Di sisi lain, Erin juga menyoroti tindakan tidak etis yang dilakukan oleh mantan asistennya. Ia mengungkapkan bahwa Herawati diduga menggunakan pakaian milik putrinya tanpa izin dan memamerkannya di media sosial. “Coba dipahami ini semua, maksudnya saya bagaimana sih seorang tuan rumah yang punya rumah dan melindungi anaknya tapi data pribadi semua di-share,” ucap Erin dengan nada kesal. Ia pun memperlihatkan bukti foto yang memperkuat klaim tersebut. “Ini bajunya Lova anak saya,” katanya singkat.
Sementara itu, hingga saat ini Erin mengaku belum menerima panggilan resmi terkait laporan penganiayaan yang dituduhkan kepadanya. Meski demikian, ia memastikan akan bersikap kooperatif jika sewaktu-waktu dipanggil oleh pihak kepolisian. Perselisihan antara keduanya bermula dari dugaan penyebaran data pribadi yang memicu saling lapor di ranah hukum.
Artikel Terkait
Dr. Tirta Minta Publik Tak Panik soal Hantavirus di Kapal Pesiar: Penularan ke Manusia Sangat Jarang
Tiga Penumpang Meninggal Akibat Virus Hanta di Kapal Pesiar, Kemenkes Antisipasi Masuk ke Indonesia
James F. Sundah Meninggal karena Kanker Paru-paru, Sempat Jalani Perawatan di New York
Penyalur ART Trauma, Blacklist Nama Majikan Usai ART Diduga Dianiaya