Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Hagupit yang saat ini berada di Samudra Pasifik utara Papua. Fenomena atmosfer ini terpantau bergerak ke arah barat laut berdasarkan pemutakhiran data pada Jumat (8/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Siklon Tropis Hagupit sebelumnya berkembang dari Bibit Siklon Tropis 93W yang mencapai intensitas siklon tropis pada 6 Mei 2026 pukul 13.00 WIB. Proses penguatan itu terjadi di luar wilayah pemantauan TCWC Jakarta, namun kini sistem tersebut telah memasuki area monitoring dan terdeteksi di Samudra Pasifik utara Papua.
“Saat ini, Siklon Tropis Hagupit telah memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta dan berada di Samudra Pasifik utara Papua,” demikian pernyataan BMKG melalui akun media sosial Instagram resminya, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Dalam 24 jam ke depan, BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum Siklon Hagupit akan persisten dan tetap berada pada Kategori 1. Meskipun pusat siklon berada di Samudra Pasifik, fenomena ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di bagian timur, setidaknya hingga Sabtu pukul 19.00 WIB.
Masyarakat di wilayah Papua diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sebagai dampak dari keberadaan siklon tersebut. Di sisi lain, peningkatan tinggi gelombang laut antara 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori moderate sea diprediksi terjadi di sejumlah perairan, mulai dari Laut Maluku bagian utara hingga Samudra Pasifik yang meliputi wilayah Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Artikel Terkait
Pramono Anung Apresiasi Peran Gereja Katedral Jaga Kerukunan dan Kedamaian Jakarta
Indeks Harga Pangan Dunia Naik Tiga Bulan Beruntun, Dipicu Energi dan Konflik Timur Tengah
ADB Komitmenkan Dana Rp520 Triliun untuk Pembangunan ASEAN Hingga 2030
Lebih dari 470 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Baru Mulai Terima Bansos pada Triwulan II 2026