AS dan Negara Teluk Sepakat Tolak Pengusiran Paksa Warga Palestina dari Gaza

- Jumat, 26 Juni 2026 | 07:40 WIB
AS dan Negara Teluk Sepakat Tolak Pengusiran Paksa Warga Palestina dari Gaza

Amerika Serikat dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) secara resmi merilis pernyataan bersama pada Kamis (25/6/2026) yang menegaskan penolakan keras terhadap segala bentuk pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza. Sikap ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan pasukannya untuk mengambil alih kendali militer atas sebagian besar wilayah kantong tersebut.

Dalam pernyataan bersama itu, para menteri luar negeri AS dan negara-negara Teluk secara eksplisit menyatakan bahwa tidak boleh ada satu pun warga Gaza yang dipaksa meninggalkan tanah mereka. Mereka juga menjamin hak penuh bagi warga yang memilih atau terpaksa pergi untuk sementara waktu agar dapat kembali ke Gaza. Secara terpisah, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa rencana Israel untuk menguasai hingga 70 persen wilayah Gaza sama sekali bukan bagian dari rencana perdamaian yang disusun Washington.

Pernyataan bersama ini dirilis di tengah dinamika diplomatik yang intens di Timur Tengah, terutama setelah tercapainya gencatan senjata antara AS-Israel dan Iran. Selain isu Gaza, aliansi AS-Teluk juga mendesak pembukaan kembali penuh Selat Hormuz tanpa pengenaan biaya tol atau upaya penguasaan oleh kelompok non-negara. Dalam konteks yang lebih luas, para pemimpin juga menekankan perlunya perlucutan senjata total kelompok bersenjata non-negara demi mewujudkan kedaulatan penuh Lebanon.

GCC sendiri beranggotakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.