TEHERAN Musuh mungkin saja yang memulai perang. Tapi soal bagaimana perang itu berakhir, dan sejauh apa dampaknya akan terasa, itu bukan lagi urusan mereka. Peringatan keras itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharib Abadi. Menurutnya, dampak konflik semacam itu tidak akan terbatas hanya pada kedua kubu yang bertikai.
Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, dalam sesi ke-61. Abadi, yang menangani urusan hukum dan internasional, menegaskan posisi negaranya.
Ia menambahkan, Teheran akan menggunakan haknya yang sah sesuai Piagam PBB untuk membela diri jika situasinya memaksa. Hak itu, tegasnya, mutlak.
Di sisi lain, soal program nuklir, Abadi bersikukuh. "Hak kami atas energi nuklir untuk tujuan damai tidak dapat dinegosiasikan," ujarnya. Itu dijamin hukum internasional, titik. Namun begitu, ia tetap membuka peluang dialog. Syaratnya, negosiasi harus berdasar saling hormat dan penerapan aturan internasional tanpa tebang pilih. "Ada peluang baru untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog," tuturnya.
Artikel Terkait
PPI Dunia dan BNSP Jajaki Kerja Sama Sertifikasi Kompetensi untuk Pelajar di Luar Negeri
Menteri Agus Andrianto Kembangkan Dapur Lapas dan Dorong Kemitraan dengan Pengusaha Lokal
KPK Jelaskan Alasan Jaksa Absen di Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas
Banjir dan Longsor di Minas Gerais Tewaskan 20 Orang, Puluhan Hilang