Progres Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Capai 94,99 Persen, Siap Dongkrak Ketahanan Pangan dan Energi

- Jumat, 26 Juni 2026 | 07:15 WIB
Progres Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo Capai 94,99 Persen, Siap Dongkrak Ketahanan Pangan dan Energi

Progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, telah mencapai 94,99 persen. Proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dirancang untuk menjadi infrastruktur multifungsi yang menopang ketahanan pangan, ketahanan air, pengendalian banjir, hingga penyediaan energi baru terbarukan di wilayah tersebut.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan pembangunan bendungan sesuai standar mutu, keselamatan, dan tata kelola yang baik. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya program Asta Cita yang menekankan ketahanan pangan dan air.

"Bendungan Bulango Ulu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui percepatan penyelesaiannya, kami berharap bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mendukung energi baru terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gorontalo," ujar Dian dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung mencapai 140,95 juta meter kubik dengan volume efektif 58,61 juta meter kubik. Begitu beroperasi, air dari bendungan akan mengairi sekitar 4.950 hektare lahan pertanian melalui Daerah Irigasi Alale, Lomaya, dan Pilohayanga. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas sektor pertanian di Gorontalo. Selain untuk irigasi, bendungan juga akan menyuplai air baku sebesar 2,2 meter kubik per detik untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.

Fungsi pengendalian banjir menjadi salah satu andalan proyek ini. Bendungan Bulango Ulu diproyeksikan mampu mereduksi risiko banjir di wilayah hilir Sungai Bolango hingga lebih dari 80 persen. Di sisi lain, infrastruktur ini juga akan menghasilkan energi listrik ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 4,96 Megawatt.

Potensi lain yang turut dikembangkan adalah kawasan genangan bendungan yang dinilai cocok untuk dijadikan destinasi wisata dan pusat olahraga air. Diharapkan, pengembangan ini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal.

Dari segi teknis, proyek ini dibangun dengan teknologi urugan batu berinti tegak (rockfill dam with vertical core). Bendungan ini juga dilengkapi spillway, terowongan pengelak, dan fasilitas hidromekanikal berstandar tinggi. Inovasi dalam konstruksinya bahkan berhasil mencatatkan Rekor MURI untuk terowongan spillway tipe Free Over Flow Elevated dengan kemiringan tertinggi dan terlebar di Indonesia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.