PSM Makassar Makin Dekat dengan Reno Salampessy, Jadi Fondasi Proyek Jangka Panjang Darije Kalezic

- Jumat, 26 Juni 2026 | 07:30 WIB
PSM Makassar Makin Dekat dengan Reno Salampessy, Jadi Fondasi Proyek Jangka Panjang Darije Kalezic

Bursa transfer PSM Makassar musim ini tidak hanya diramaikan oleh perburuan pemain siap pakai. Di tengah hiruk-pikuk rumor, muncul satu nama yang justru mengindikasikan perubahan arah dalam pembangunan skuad Pasukan Ramang: Reno Salampessy. Pemain muda milik Persipura Jayapura itu dikabarkan semakin dekat dengan Makassar, dan jika transfer ini terwujud, ia bukan sekadar tambahan pemain, melainkan fondasi proyek jangka panjang yang tengah dirancang pelatih baru, Darije Kalezic.

Darije Kalezic bukanlah sosok asing bagi PSM. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu dikenal luas karena keberaniannya memberikan kesempatan kepada pemain muda. Sepanjang karier kepelatihannya, termasuk saat pertama kali menangani PSM beberapa tahun silam, ia selalu membuka ruang bagi talenta muda untuk berkembang. Filosofinya sederhana: usia bukanlah ukuran utama. Selama seorang pemain memiliki kualitas, disiplin, dan kemauan untuk belajar, kesempatan akan selalu terbuka lebar. Karena itu, jika Reno benar-benar bergabung, besar kemungkinan ia akan menjadi bagian penting dari pembangunan tim untuk beberapa musim ke depan, bukan sekadar pelengkap skuad.

Usia Reno yang baru menginjak 18 tahun menjadi modal berharga. Namun, yang lebih menarik adalah kontribusi nyata yang telah ia tunjukkan bersama Persipura Jayapura. Musim lalu, ia tampil dalam 24 pertandingan dengan total waktu bermain mencapai 1.440 menit. Dalam kesempatan tersebut, ia mencetak lima gol dan lima assist. Artinya, ia terlibat langsung dalam sepuluh gol Mutiara Hitam sepanjang musim sebuah pencapaian istimewa untuk pemain yang baru saja memasuki usia dewasa. Kepercayaan yang diberikan Persipura melalui nomor punggung tujuh juga menegaskan bahwa ia bukan pemain biasa di dalam skuad.

Kontribusi Reno tidak berhenti pada urusan mencetak gol. Data statistik menunjukkan karakter permainannya yang jauh lebih lengkap. Ia melepaskan 27 tembakan dengan 17 di antaranya tepat sasaran. Akurasi umpannya mencapai lebih dari 81 persen, dengan 273 operan sukses dari total 336 percobaan. Angka-angka itu menunjukkan bahwa Reno tidak hanya berani mengambil risiko, tetapi juga cukup tenang ketika menguasai bola. Yang lebih menarik lagi adalah kontribusinya saat tim kehilangan penguasaan bola. Meski berstatus pemain menyerang, ia aktif membantu pertahanan dengan mencatatkan 22 tekel, 19 intersep, dan tiga sapuan sepanjang musim. Disiplin bermainnya juga patut diacungi jempol: dalam satu musim kompetisi, ia hanya melakukan 12 pelanggaran dan tidak menerima satu pun kartu kuning.

Karakter seperti inilah yang biasanya disukai Darije Kalezic. Pelatih asal Bosnia itu dikenal gemar bekerja dengan pemain yang mengutamakan tim, bukan sekadar mengandalkan kemampuan individu. Dalam sistem permainan yang mengutamakan organisasi, setiap pemain dituntut ikut bertahan ketika kehilangan bola dan cepat melakukan transisi saat menyerang. Melihat profil Reno, bukan tidak mungkin Darije memiliki rencana yang lebih besar daripada sekadar menjadikannya winger. Dengan kemampuan menyerang, akurasi umpan yang baik, serta kemauan membantu pertahanan, Reno berpotensi berkembang menjadi pemain serbabisa di lini depan. Ia dapat dimainkan di kedua sisi sayap, bahkan berpeluang beroperasi sebagai gelandang serang apabila dibutuhkan. Fleksibilitas seperti itu menjadi aset penting dalam sepak bola modern, terlebih PSM musim ini sedang memasuki fase regenerasi. Sejumlah pemain senior telah meninggalkan klub, membuka ruang bagi talenta baru untuk berkembang.

Reno juga bukan pemain asing dengan atmosfer pertandingan internasional. Ia telah menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-19. Dalam lima pertandingan bersama Garuda Muda, ia mencetak dua gol, masing-masing saat menghadapi Timor Leste dan Vietnam. Pengalaman itu tentu menjadi bekal berharga untuk menghadapi tekanan bermain di klub sebesar PSM Makassar. Meski demikian, kepindahan ke Makassar tidak otomatis menjamin tempat utama. Persaingan di dalam skuad dipastikan berlangsung ketat. Reno harus mampu beradaptasi dengan tuntutan permainan yang lebih tinggi dibanding kompetisi sebelumnya.

Seorang suporter PSM, Ulil Amri, menilai statistik Reno memang cukup menjanjikan. Namun menurutnya, kualitas seorang pemain tetap harus dibuktikan melalui penampilan langsung di atas lapangan.

“Kalau melihat statistik memang bagus. Dia mencetak lima gol dan lima assist. Tapi kita juga belum melihat secara langsung bagaimana kualitasnya ketika bermain,” ujarnya.

Pendapat tersebut cukup beralasan. Statistik memang dapat memberikan gambaran mengenai potensi seorang pemain. Namun proses adaptasi ke lingkungan baru, tekanan suporter, hingga tuntutan klub besar menjadi tantangan yang berbeda. Di sisi lain, pihak Persipura Jayapura juga belum memberikan kepastian mengenai rumor tersebut. Media Officer Persipura, Eveert Zacharias Joumilena, mengaku belum menerima informasi resmi dari manajemen terkait kemungkinan kepindahan sang pemain. Meski demikian, kontrak Reno yang akan berakhir pada akhir Juni membuat peluang transfer terbuka lebar. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, PSM berpotensi mendapatkan salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya transfer yang besar.

Bagi Darije Kalezic, langkah tersebut sejalan dengan filosofi yang selama ini ia bangun: menciptakan tim yang kompetitif bukan hanya melalui pemain berpengalaman, tetapi juga dengan memberi ruang kepada pemain muda untuk tumbuh. Membangun sebuah tim bukan hanya soal memenangkan pertandingan musim ini, melainkan juga menyiapkan generasi berikutnya agar PSM Makassar tetap mampu bersaing dalam jangka panjang. Dan jika Reno Salampessy benar-benar berlabuh di Makassar, mungkin itulah rencana besar yang sedang disusun Darije Kalezic bukan sekadar merekrut pemain muda, tetapi menanam investasi untuk masa depan Pasukan Ramang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.