Bangkai seekor induk gajah dan anaknya ditemukan di Suaka Kimana, Taman Nasional Amboseli, Kenya, pada Rabu (12/8/2026). Temuan ini menambah daftar panjang kematian gajah di kawasan tersebut.
Setidaknya 15 gajah mati dalam sebulan terakhir di salah satu taman margasatwa paling terkenal di Kenya itu. Juru Bicara Layanan Margasatwa Kenya, Duncan Juma Wanyama, menduga kematian massal ini disebabkan racun sianida yang berasal dari pestisida yang digunakan para petani setempat.
"Investigasi awal menunjukkan hewan-hewan tersebut menelan sianida," ujarnya. Dugaan ini muncul setelah tim medis melakukan pemeriksaan terhadap bangkai-bangkai gajah yang tersebar di area taman.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi upaya konservasi gajah di Kenya, mengingat Amboseli merupakan habitat penting bagi spesies tersebut. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber pasti racun dan mencegah korban tambahan.
Artikel Terkait
Tiga Gajah Terakhir di Kebun Binatang Johannesburg Jadi Sorotan
15 Gajah Mati di Taman Nasional Amboseli Diduga Keracunan Pestisida dari Tomat
Riau Bhayangkara Run 2026 Digelar, 20 Ribu Pelari Siap Ramaikan Pekanbaru