Harga emas berbalik menguat pada perdagangan Kamis setelah data inflasi Amerika Serikat keluar sesuai perkiraan pasar. Kondisi ini meredakan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, sekaligus menekan nilai dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah.
Emas spot tercatat naik 0,69 persen ke level USD4.026,92 per troy ons. Padahal, di awal sesi harga sempat merosot hingga satu persen. Pergerakan ini terjadi setelah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) AS melonjak 4,1 persen dalam 12 bulan hingga Mei. Angka itu menjadi kenaikan terbesar sekaligus pembacaan pertama di atas empat persen sejak April 2023. Para ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memang memperkirakan inflasi PCE akan berada di level tersebut.
“Data inflasi PCE sebagian besar sesuai dengan ekspektasi. Pada titik ini, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa harga emas relatif stabil hari ini,” ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, seperti dikutip Reuters.
Setelah data dirilis, dolar AS berbalik melemah. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat pun ikut bergerak turun. Pelemahan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar negeri.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sebesar 80 persen. Angka itu turun dari perkiraan 85 persen sebelum data PCE dirilis. Sebagai perbandingan, peluang tersebut hanya 61 persen sebelum pernyataan kebijakan The Fed pekan lalu, berdasarkan data CME FedWatch.
“Fokus utama pasar masih tetap pada tekanan inflasi ke depan. Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa harga emas mengalami pelemahan dalam beberapa sesi terakhir,” kata Meger.
Sebelumnya, harga emas sempat turun menembus level USD4.000 per ons pada Rabu pertama kalinya sejak November 2025. Pelemahan itu terjadi setelah ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini meningkat, menyusul sikap The Fed yang lebih hawkish dalam pertemuan kebijakan pekan lalu. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga membuat daya tarik logam mulia ini berkurang karena investor cenderung beralih ke aset yang memberikan imbal hasil.
Di pasar komoditas lainnya, harga minyak bergerak naik tipis. Namun, ekspektasi peningkatan pasokan dari kawasan Timur Tengah setelah kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik. Sementara itu, harga perak spot naik 1,7 persen menjadi USD58,38 per ons. Platinum menguat 1,8 persen ke USD1.606,61 per ons, sedangkan paladium naik 1,9 persen menjadi USD1.188,19 per ons.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Melonjak usai Kapal Kargo Diduga Diserang Proyektil di Dekat Selat Hormuz
MSCI Tunda Keputusan Status Indonesia, Pasar Lega Tapi Arus Modal Asing Masih Terbatas
Wall Street Beragam: Nasdaq Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Menguat Tipis
ERAL Bagikan Dividen Rp41,5 Miliar, Penjualan Tembus Rp6,49 Triliun