Wall Street Beragam: Nasdaq Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Menguat Tipis

- Jumat, 26 Juni 2026 | 06:30 WIB
Wall Street Beragam: Nasdaq Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Menguat Tipis

Wall Street ditutup dengan hasil beragam pada perdagangan Kamis, di mana Nasdaq justru tertekan oleh aksi jual saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Indeks komposit yang sarat dengan saham teknologi itu melemah 0,46 persen, sementara Dow Jones Industrial Average masih mampu mencatatkan penguatan tipis.

Dow Jones Industrial Average naik 71,72 poin atau 0,14 persen ke posisi 51.920,62. S&P 500 nyaris tak bergerak, turun tipis 0,73 poin atau 0,01 persen menjadi 7.357,49. Nasdaq Composite menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 118,03 poin atau 0,46 persen ke level 25.358,60.

Kekhawatiran investor kembali berpusat pada besarnya belanja perusahaan hyperscaler untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan siapa yang pada akhirnya harus menanggung biaya tersebut. Sentimen negatif ini ternyata lebih dominan dibanding optimisme yang sempat muncul dari laporan positif Micron dan Qualcomm soal permintaan AI yang masih kuat. Saham-saham teknologi yang sempat menguat di awal perdagangan pun berbalik arah dan membebani Nasdaq.

Nasdaq kini berada di jalur untuk mencatatkan penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2025. Salah satu pemberat utamanya adalah saham Apple yang anjlok 6,1 persen. Perusahaan itu menaikkan harga iPad dan MacBook untuk mengimbangi lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan. Saham Nvidia, Microsoft, dan Alphabet juga ikut tertekan dengan koreksi antara 0,5 persen hingga 3,5 persen.

Di tengah pelemahan itu, Micron justru melonjak 15,7 persen setelah laba dan proyeksi pendapatannya melampaui ekspektasi Wall Street. Produsen chip memori Sandisk juga mencatatkan kenaikan 22 persen. Saham Qualcomm, Western Digital, dan Seagate Technology turut menguat.

Tekanan terhadap pasar tidak hanya datang dari kekhawatiran belanja hyperscaler yang didanai utang. Potensi sikap Federal Reserve yang lebih hawkish terus membayangi pergerakan pasar sepanjang pekan ini. Enam dari sebelas sektor utama dalam S&P 500 ditutup menguat, dipimpin sektor industri yang naik 2,2 persen. Sebaliknya, sektor consumer discretionary dan consumer staples menjadi yang paling tertekan, sementara sektor teknologi turun tipis 0,1 persen.

Philadelphia SE Semiconductor Index justru melonjak 3,2 persen dan berada di jalur untuk mencatatkan kinerja kuartalan terbaik sepanjang sejarah, berdasarkan data LSEG.

Pada hari yang sama, Departemen Perdagangan AS merilis sejumlah data ekonomi. Inflasi AS meningkat lebih lanjut pada Mei dan menembus 4 persen untuk pertama kalinya dalam tiga tahun akibat kenaikan harga energi. Kondisi ini berpotensi mendorong The Fed semakin dekat untuk kembali menaikkan suku bunga. Menanggapi tekanan inflasi yang meningkat, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin sebelum akhir tahun.

Data lain menunjukkan pembacaan final PDB kuartal I mengonfirmasi ekonomi AS tumbuh 2,1 persen, lebih tinggi dibanding estimasi sebelumnya sebesar 1,6 persen. Sementara itu, jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih besar dari perkiraan.

Di luar data makro, saham Bio-Techne Corp melonjak 11,8 persen setelah perusahaan farmasi Jerman Merck KGaA sepakat mengakuisisi perusahaan bioteknologi tersebut dengan harga 73 dolar AS per saham secara tunai, yang mencerminkan nilai perusahaan sekitar 11,3 miliar dolar AS.

Di NYSE, jumlah saham yang menguat mengungguli saham yang melemah dengan rasio 1,4 banding 1. Sebanyak 342 saham mencetak level tertinggi baru dalam 52 minggu, sementara 276 saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 2.325 saham naik dan 2.463 saham turun, sehingga saham yang melemah sedikit lebih banyak dengan rasio 1,06 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat 55 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan 15 saham yang menyentuh level terendah baru. Nasdaq Composite membukukan 208 saham pada level tertinggi baru dan 235 saham pada level terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 20,34 miliar saham, lebih rendah dibanding rata-rata 23,04 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.