Dalam retret kabinet di Hambalang, Bogor, Selasa lalu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana melaporkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporannya tak cuma soal capaian, tapi juga menyinggung sejumlah kendala teknis yang muncul. Yang cukup disoroti, ternyata masih ada temuan kasus di lapangan sepanjang Desember 2025.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang hadir dalam kesempatan itu kemudian memberikan penjelasan kepada awak media.
"Menurut catatan dari Kepala BGN di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian," ujar Prasetyo.
Merespons laporan itu, Presiden Prabowo langsung memberi arahan. Intinya, dia minta disiplin prosedur ditingkatkan. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi di tahun ini. Prabowo ingin semua pihak bekerja lebih maksimal.
"Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," tambah Prasetyo menegaskan.
Lalu bagaimana dengan anggarannya? Nah, soal ini Mensesneg justru menyatakan tidak ada rencana penambahan dana untuk program MBG di 2026. Alasannya sederhana: alokasi yang sudah ada dinilai cukup dan tak bermasalah.
"Kalau mengenai anggaran kan tidak ada masalah karena di dalam anggaran APBN kita tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program makan bergizi gratis," jelasnya.
Jadi, fokusnya kini lebih pada penyempurnaan eksekusi di lapangan. Anggaran sudah besar, tinggal bagaimana caranya agar program itu berjalan mulus tanpa ada lagi laporan-laporan yang meresahkan.
Artikel Terkait
Polisi Bubarkan Tawuran dan Balap Liar di Jakarta Timur, Amankan Lima Remaja dan Senjata Tajam
DPR Rampungkan Pembahasan Revisi UU P2SK, Siap Dibawa ke Paripurna
SGER Targetkan Pendapatan Rp10 Triliun pada 2026, Ekspansi ke Komoditas Non-Batu Bara
Jokowi Angkat Bicara soal Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem Makarim