PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) membidik pendapatan sebesar Rp10 triliun dengan proyeksi laba bersih mencapai Rp500 miliar pada 2026, sejalan dengan optimisme perseroan meningkatkan penjualan berkat kontrak kerja sama yang telah terjalin dengan Vietnam dan Bangladesh.
Untuk mencapai target tersebut, emiten batu bara ini tidak hanya mengandalkan bisnis utama, tetapi juga memperluas sumber pendapatan melalui diversifikasi usaha ke komoditas non-batu bara, yaitu Manganese Ore dan Petroleum Coke. Direktur SGER, Raymond Ng Chi Ching, mengungkapkan bahwa perseroan telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk merealisasikan ekspansi tersebut.
“Perseroan telah melakukan berbagai langkah persiapan, mulai dari penjajakan pasar, penguatan jaringan pemasok, hingga pengembangan hubungan dengan calon pelanggan potensial,” ujar Raymond dalam Laporan Hasil Public Expose yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/6/2026).
Di sisi lain, SGER juga bersiap mengoperasikan pabrik milik PT Hidrogen Peroxida Indonesia. Hingga saat ini, progres pembangunan pabrik telah mencapai sekitar 97 persen dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal III-2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio bisnis di luar sektor batu bara.
Meskipun memiliki sejumlah proyek pengembangan usaha, perseroan belum menetapkan besaran belanja modal atau capital expenditure untuk 2026. “Saat ini, kebutuhan investasi tersebut masih dalam tahap pembahasan oleh manajemen,” kata Raymond.
Artikel Terkait
Realisasi Gaji ke-13 Tembus Rp24,05 Triliun, Disalurkan ke 5,5 Juta ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan
Pemerintah Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan
Alfian/Fikri Tersingkir di Babak Pertama Indonesia Open 2026
Iran Kecam Keras Serangan Militer AS di Selat Hormuz dan Pulau Qeshm, Ancam Balas Dendam