Iran Kecam Keras Serangan Militer AS di Selat Hormuz dan Pulau Qeshm, Ancam Balas Dendam

- Rabu, 03 Juni 2026 | 17:00 WIB
Iran Kecam Keras Serangan Militer AS di Selat Hormuz dan Pulau Qeshm, Ancam Balas Dendam

Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat setelah serangan militer AS menargetkan kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan sebuah menara telekomunikasi di Pulau Qeshm. Teheran menuding Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata serta norma-norma hukum internasional dalam aksi terbaru di kawasan Teluk Persia itu.

Kementerian Luar Negeri Iran, dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita internasional pada Rabu (3/6/2026), menegaskan bahwa pihaknya memiliki hak penuh untuk membela diri. Teheran menyatakan akan menggunakan seluruh cara yang tersedia untuk membalas, termasuk menargetkan sumber serangan di masa mendatang.

Lebih jauh, Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut Kuwait dan Bahrain memikul “tanggung jawab langsung dan jelas” atas serangan AS yang dilancarkan dari wilayah kedua negara tersebut. Teheran menuduh kedua negara tetangganya itu mengizinkan wilayah dan fasilitas mereka digunakan untuk mendukung operasi militer Amerika terhadap Iran.

“Kementerian Luar Negeri mengutuk penggunaan kolonial oleh Amerika Serikat atas wilayah dan infrastruktur negara-negara di kawasan ini untuk memajukan rencana agresifnya terhadap Iran, dan menekankan tanggung jawab langsung dan tak terbantahkan dari para pemimpin Kuwait dan Bahrain atas tindakan agresi tadi malam,” demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.

Di sisi lain, Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer Amerika di Timur Tengah, mengumumkan bahwa serangan rudal dan drone Iran yang ditujukan ke Kuwait dan Bahrain berhasil dicegat dan tidak mencapai sasaran. Kecaman Teheran ini muncul sebagai respons langsung terhadap pengumuman militer AS tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags