Krisis politik di Bolivia memasuki babak baru setelah dua menteri kabinet mengumumkan pengunduran diri mereka di tengah gelombang demonstrasi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. Menteri Pertahanan Marcelo Salinas dan Menteri Pendidikan Beatriz Garcia secara resmi meninggalkan jabatan mereka pada Selasa, 2 Juni waktu setempat, memperdalam tekanan terhadap pemerintahan Presiden Rodrigo Paz.
Pengunduran diri Salinas dikonfirmasi oleh seorang pejabat Kementerian Pertahanan Bolivia yang meminta identitasnya dirahasiakan. “Iya, informasi ini telah dikonfirmasi,” ujarnya kepada media setempat. Sementara itu, Kementerian Pendidikan secara terpisah juga membenarkan langkah serupa yang diambil oleh Garcia.
Menurut laporan media lokal, posisi Salinas akan diisi oleh Ernesto Justiniano, seorang menteri muda yang selama ini dikenal sebagai tsar anti-narkoba di negara tersebut. Pergantian ini terjadi di tengah situasi yang semakin tidak menentu.
Para pengamat menilai langkah mundur kedua menteri tersebut merupakan eskalasi terbaru dari krisis politik yang terus melumpuhkan kota-kota besar di Bolivia. Sejak beberapa pekan terakhir, ribuan buruh, petani, dan guru turun ke jalan menuntut Presiden Paz mundur. Mereka mendesak pemerintah mengambil langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi yang disebut sebagai krisis terburuk dalam empat dekade terakhir.
Di sisi lain, Presiden Paz yang mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah memperingatkan bahwa Bolivia berada di “titik kritis”. Meskipun demikian, pemerintah belum sepenuhnya menutup kemungkinan untuk mendeklarasikan keadaan darurat dan mengerahkan militer guna mengendalikan aksi unjuk rasa yang kian meluas.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya sebagai Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Mendagri Tito Karnavian Paparkan Tiga Langkah Strategis Sehatkan BUMD Secara Berkelanjutan
Shilton dan Barthez Masih Bertahan: Dua Kiper Ikonik Pemegang Rekor Clean Sheet Terbanyak di Piala Dunia
Polda Metro Jaya Aktifkan Kembali Tilang Manual saat Operasi Patuh Jaya 2026