Anak Binaan LPKA Tangerang Tampilkan Bakat di Depan Pejabat Negara

- Selasa, 21 Juli 2026 | 13:48 WIB
Anak Binaan LPKA Tangerang Tampilkan Bakat di Depan Pejabat Negara

Alunan musik angklung berpadu dengan permainan band dan suara vokalis muda membuka kegiatan Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Selasa (21/7). Penampilan itu bukan dibawakan pelajar sekolah umum, melainkan anak-anak warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.

Di hadapan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman; Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto; serta jajaran pemerintah, mereka memperlihatkan hasil latihan dalam menyambut Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Dua lagu dibawakan, yaitu 'Ayo Ngopi' ciptaan Dudung Abdurachman dan 'Jangan Menyerah' dari grup band D'Masiv.

Dudung mengatakan, penampilan tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum tetap memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapat pembinaan yang tepat. "Negara hadir di sini untuk tetap melindungi hak-hak anak. Mereka juga memiliki cita-cita dan masa depan. Kita berikan sekolah, pelatihan, keterampilan," ujar Dudung.

Pembinaan yang diberikan bukan hanya pendidikan formal, tetapi juga keterampilan serta pembinaan mental dan agama agar anak-anak siap menjalani kehidupan setelah bebas. "Saya lihat pembinaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan luar biasa. Baik dari segi pendidikan, keterampilan, sampai pembinaan mental dan agama sehingga nanti setelah bebas mereka bisa mengembangkan keterampilannya sendiri," tambah Dudung.

Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan, anak-anak yang tengah menjalani pembinaan di lapas terjerat kasus yang berbeda-beda. Dia berharap, pembinaan yang tengah dijalani menghadirkan banyak hikmah untuk kehidupan mereka ke depan. "Kalau dari hasil komunikasi, ada beberapa mereka yang terlibat kasus narkotika, ada yang terlibat kasus pengeroyokan motor, tapi kebanyakan kasusnya adalah kasus asusila dan tawuran. Oleh karena itu mudah-mudahan ini bisa mendapatkan hikmah. Hikmah itu akan datang kepada orang yang mendapatkan cobaan. Ini adalah salah satu cobaan," kata Agus.

Salah seorang anak binaan yang tampil sebagai vokalis, Ahmad Fauzi (17), mengaku tak pernah menyangka dapat bernyanyi di hadapan pejabat negara. "Senang banget. Ini salah satu pengalaman terbaik saya selama di sini," ujar Fauzi. Selama dua tahun menjalani pembinaan, Fauzi aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti band, futsal, pelatihan tata boga, barista, dan pembuatan keset. Menurutnya, kegiatan tersebut membantunya menemukan kembali kepercayaan diri sekaligus mengembangkan minat yang selama ini dimiliki. "Pembinaan di sini sangat membantu karena saya bisa mengeksplorasi diri saya lebih jauh lagi," kata Fauzi.

Kasubdit Registrasi LPKA Kelas I Tangerang Hanida Mutia mengatakan tujuan utama pembinaan bukan hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun kembali motivasi belajar dan karakter anak. "Mereka harus dibangun motivasi belajarnya dulu ketika sampai di LPKA. Karena kebanyakan memang motivasi belajarnya masih kurang," kata Hanida. Ia berharap masyarakat tak lagi memandang anak binaan hanya dari kesalahan masa lalunya, tetapi juga dari proses perubahan yang mereka jalani. "Yang perlu diperhatikan bukan cuma ekonomi, tetapi juga pendidikan, agama, dan kesehatan mental anak. Selama saya 11 tahun di LPKA, rata-rata anak-anak yang masuk itu fatherless. Ayahnya ada di rumah, tapi tidak benar benar hadir dalam kehidupannya," ujar Hanida.

Dengan iringan musik dan tepuk tangan, penampilan anak-anak binaan menjadi bukti bahwa proses pembinaan tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan memulai kehidupan baru setelah bebas nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags