Klaim Kompensasi Rp5,3 Triliun untuk Manchester United dari Piala Dunia 2026 Ternyata Keliru

- Rabu, 03 Juni 2026 | 18:00 WIB
Klaim Kompensasi Rp5,3 Triliun untuk Manchester United dari Piala Dunia 2026 Ternyata Keliru

Sebuah klaim yang menyebut Manchester United akan menerima kompensasi fantastis hingga Rp5,3 triliun dari FIFA akibat keikutsertaan para pemainnya di Piala Dunia 2026 tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi yang beredar luas tersebut, setelah ditelusuri, ternyata merupakan hasil penafsiran yang keliru terhadap skema pembagian dana global badan sepak bola dunia itu.

Klaim tersebut muncul dari unggahan yang mengaitkan jumlah pemain Manchester United yang berlaga di Piala Dunia dengan nominal dana kompensasi. Angka sebesar £263 juta atau setara Rp5,3 triliun disebut-sebut akan diterima langsung oleh klub berjuluk Setan Merah itu. Namun, angka raksasa itu bukanlah dana yang dialokasikan secara khusus untuk satu klub.

FIFA sejatinya memiliki program bernama Club Benefits Programme, sebuah mekanisme yang memberikan penghargaan finansial kepada klub-klub yang melepas pemainnya untuk membela tim nasional di ajang Piala Dunia. Dalam keterangan resmi, FIFA menjelaskan bahwa dana sebesar ratusan juta poundsterling tersebut merupakan total anggaran global yang akan didistribusikan ke seluruh klub yang pemainnya tampil di turnamen, bukan hanya kepada Manchester United semata.

Club Benefits Programme merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi klub-klub sepak bola terhadap keberhasilan kompetisi internasional FIFA melalui pelepasan pemain mereka ke tim nasional,” tulis FIFA dalam penjelasan resmi program tersebut.

Dengan demikian, dana kolektif itu akan dibagikan kepada ratusan klub peserta dari berbagai negara. Manchester United memang menjadi salah satu klub dengan kontribusi pemain terbesar pada Piala Dunia 2026. Berdasarkan berbagai laporan, klub asal Old Trafford itu mengirim sekitar 13 pemain untuk memperkuat tim nasional masing-masing, mulai dari Inggris, Portugal, Argentina, Denmark, Belanda, hingga negara-negara lainnya.

Meski demikian, besaran kompensasi yang diterima setiap klub tidaklah sama. FIFA menghitungnya berdasarkan beberapa faktor, antara lain jumlah pemain yang dipanggil, durasi pemain berada di turnamen, serta prestasi atau sejauh mana tim nasional melaju di kompetisi. Karena itu, estimasi dana yang berpotensi diterima Manchester United diperkirakan hanya berkisar antara £3 juta hingga £4,5 juta, atau sekitar Rp60 miliar hingga Rp90 miliar.

Jumlah tersebut memang tergolong signifikan, tetapi jauh berbeda dari klaim Rp5,3 triliun yang beredar di media sosial. Kasus ini menjadi contoh bagaimana angka besar dalam laporan keuangan olahraga dapat disalahartikan ketika konteksnya tidak dipahami secara utuh. Dana ratusan juta pound yang diumumkan FIFA merupakan alokasi global untuk seluruh klub peserta program, bukan pembayaran tunggal kepada Manchester United.

Sementara itu, kehadiran banyak pemain Setan Merah di Piala Dunia tetap menjadi keuntungan tersendiri bagi klub. Semakin lama para pemain bertahan di kompetisi, semakin besar pula dana kompensasi yang akan diterima. Di sisi lain, partisipasi masif ini juga menjadi cerminan kualitas skuad yang dimiliki Manchester United, sekaligus menambah prestise klub di kancah sepak bola global.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags