Aktivis Korea Selatan Ceritakan Kekerasan Israel saat Ditahan, Presiden Lee Jae Myung Kecam Keras

- Rabu, 22 Juli 2026 | 07:20 WIB
Aktivis Korea Selatan Ceritakan Kekerasan Israel saat Ditahan, Presiden Lee Jae Myung Kecam Keras

Seorang aktivis perempuan asal Korea Selatan yang baru dibebaskan dari tahanan Israel menceritakan perlakuan brutal yang dialaminya. Kim Ah-hyun, anggota Global Sumud Flotilla, mengaku dipukuli berulang kali oleh tentara Israel hingga kehilangan pendengaran di satu telinga.

Meski mengalami kekerasan, Kim menyatakan tetap akan mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza di masa mendatang sampai blokade Israel berakhir. Ia dan rekannya, Kim Dong-hyeon, termasuk di antara 430 aktivis internasional yang berupaya mengirim bantuan ke Jalur Gaza. Keduanya kembali ke Korea Selatan pada 22 Mei 2026 setelah dibebaskan Israel.

Presiden Korsel Kritik Keras Israel

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara terbuka mengecam tindakan Israel dan mempertanyakan legalitasnya menurut hukum internasional. Dalam rapat kabinet, Lee meminta pejabat pemerintah mempertimbangkan kemungkinan penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait penyitaan armada bantuan yang membawa warga Korea Selatan.

Lee juga menyinggung proses hukum terhadap Netanyahu di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menyebut sejumlah negara Eropa telah mengambil langkah serupa. “Ada norma-norma internasional minimum, dan Israel melanggar semuanya,” kata Lee, dikutip media lokal. Ia mempertanyakan kewenangan hukum Israel dalam menyita kapal yang beroperasi di luar wilayah perairannya serta meminta pejabat memeriksa apakah armada tersebut melintasi batas maritim internasional.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags