Irjen Johnny Eddizon Isir, Mantan Ajudan Jokowi, Kini Pimpin Divisi Humas Polri

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 20:50 WIB
Irjen Johnny Eddizon Isir, Mantan Ajudan Jokowi, Kini Pimpin Divisi Humas Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru saja merombak sejumlah jabatan. Rotasi ini menyentuh perwira tinggi hingga menengah, dan salah satu posisi yang menarik perhatian adalah Kepala Divisi Humas Polri. Pergantian itu resmi tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/99/I/KEP/2026, yang dikeluarkan pada pertengahan Januari lalu.

Nama yang muncul untuk mengisi pos itu adalah Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. Dia mengambil alih dari Irjen Sandi Nugroho, yang kini ditugaskan sebagai Kapolda Sumatera Selatan. Sebelumnya, Johnny sendiri menjabat sebagai Kapolda Papua Barat.

Konfirmasi soal mutasi ini datang dari Karo Penmas Divhumas, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Benar," katanya singkat, ketika dikonfirmasi wartawan hari Sabtu lalu.

Mengenal Sosok Johnny Eddizon Isir

Lahir di Jayapura pada 7 Juni 1975, karir Johnny di kepolisian terbilang panjang dan berwarna. Dia adalah lulusan terbaik Akpol angkatan 1996. Awal bertugas, langkahnya langsung menuju daerah operasi: menjadi Pamapta di Polres Dili, Timor Timur, di akhir tahun 90-an. Saat itu situasi masih sangat bergejolak.

Dari sana, perjalanannya berlanjut ke berbagai penugasan. Dia pernah memimpin Satuan Reserse di Maliana, lalu menangani Sabhara di Dili. Pindah ke Jawa Timur, dia menjalani tugas sebagai penyidik di Surabaya Utara. Karir lapangan yang solid.

Beberapa posisi komando pun dipegangnya. Dia sempat menjadi Kapolsek Karangpilang di Surabaya Selatan, sebelum kemudian beralih ke tugas-tugas penyidikan ekonomi dan pidana umum di Polda Jatim. Ritme kerjanya cepat. Pada 2008, dia ditempatkan sebagai Wakasat Serse di Polwiltabes Surabaya, lalu menjadi Wakapolres Surabaya Selatan setahun berikutnya.

Namun, titik penting lain dalam perjalanannya adalah ketika dia bertugas di Papua. Johnny sempat memimpin Subdit Tipikor di Polda Papua, lalu menjadi Kapolres Jayawijaya, dan kemudian Kapolres Manokwari. Pengalaman di wilayah timur ini jelas memberinya perspektif yang mendalam.

Tak lama setelah dari Papua, dia mendapat kepercayaan sebagai Wadirreskrimum Polda Banten sekaligus mengajar di STIK PTIK. Hanya setahun di Banten, dia sudah berpindah lagi ke Riau sebagai Dirreskrimsus.

Lalu, momen yang mungkin paling dikenal publik terjadi pada 2017. Johnny ditunjuk menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo. Posisi ini tentu memberinya pengalaman dan jaringan yang unik.

Setelah masa tugas sebagai ajudan, karirnya terus menanjak. Dia sempat menduduki jabatan inspektorat dan perencanaan strategis di Mabes Polri. Sebelum dipromosikan ke Papua Barat, dia sempat memimpin dua polrestabes besar: Medan dan Surabaya. Lalu, dia menjadi Wakapolda Sulawesi Utara.

Kini, setelah memimpin Polda Papua Barat, pria berpangkat dua bintang itu kembali ke Mabes Polri. Tugas barunya: menjadi juru bicara institusi. Tantangan yang tak kalah berat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar