Gelora Bung Karno pagi itu ramai. Bukan untuk pertandingan bola, tapi untuk sebuah tradisi tahunan yang tak pernah pudar: mudik. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali melepas ribuan pemudiknya dalam Program Mudik Gratis Bersama TelkomGroup 2026. Kali ini, sebanyak 1.924 orang diberangkatkan dari Jakarta menuju berbagai kota di Jawa dan Sumatera.
Acara pelepasan pada Selasa (17/3/2026) itu dihadiri sejumlah pejabat. Hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, juga jajaran dari Badan Pengatur BUMN dan Danantara. Program ini sendiri merupakan bagian dari gerakan besar "Mudik Nyaman Bersama BUMN dan Danantara" yang mengusung tema "Mudik Aman Berbagi Harapan".
Menurut AHY, gelombang mudik tahun ini benar-benar masif. "Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, perkiraannya ada sekitar 143,9 juta perjalanan mudik di seluruh Indonesia," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah memang fokus memastikan infrastruktur dan transportasi siap. "Tapi inisiatif seperti dari BP BUMN, Danantara, dan BUMN peserta patut diapresiasi. Program mudik gratis semacam ini membantu mengurangi beban jalan raya, khususnya dari kendaraan pribadi seperti motor. Akhirnya, perjalanan jadi lebih tertib dan aman untuk semua," jelasnya.
Di tempat terpisah, tepatnya di Museum Satria Mandala, TelkomGroup juga menggelar acara pelepasan serupa. Mereka menyiapkan puluhan armada untuk mengantar para perantau pulang. Ada 27 bus ramah lingkungan dari Telkomsel dan anak perusahaannya plus 3 kapal laut. Tujuannya beragam: mulai dari Tasikmalaya, Yogyakarta, Surabaya, hingga Lampung dan Palembang.
Seluruh perjalanan diatur ketat. Tujuannya jelas: keselamatan dan kenyamanan adalah yang utama. Nah, pilihan menggunakan bus ramah lingkungan ini bukan tanpa alasan. Selain memudahkan masyarakat, langkah ini sekaligus jadi bukti komitmen TelkomGroup pada prinsip keberlanjutan. Mereka ingin mudik tak cuma soal pulang kampung, tapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menekankan bahwa momen Lebaran selalu identik dengan lonjakan komunikasi. "Kami sudah siapkan jaringan. Kapasitas ditingkatkan, mobile BTS disiagakan di titik-titik rawan, dan ada posko siaga didukung lebih dari 13.700 personel yang siap 24 jam," kata Dian.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Perintahkan KAI Tingkatkan Kenyamanan Kereta dan Stasiun
Kapolda Sumsel Perintahkan Kesiapan Penuh Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
ASDP Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Merak Dimulai Malam Ini
Arbeloa Bawa Mbappe dan Bellingham ke Manchester, City Hadapi Tugas Mustahil