Gubernur DKI Bakal Evaluasi Perizinan Lapangan Padel Usai Keluhan Kebisingan Warga

- Jumat, 20 Februari 2026 | 17:30 WIB
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Perizinan Lapangan Padel Usai Keluhan Kebisingan Warga

MURIANETWORK.COM - Aktivitas olahraga padel di sejumlah lapangan di Jakarta, khususnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, memicu keluhan warga akibat kebisingan yang ditimbulkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons keluhan ini dengan menyatakan akan segera menggelar rapat evaluasi perizinan dan operasional lapangan padel. Langkah ini diambil setelah aduan warga yang merasa terganggu oleh suara bising dari lapangan yang beroperasi dari pagi hingga larut malam viral di media sosial.

Respons Cepat Pemerintah Provinsi

Menanggapi keresahan yang berkembang, Pramono Anung mengaku telah memantau laporan warga secara langsung. Ia menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menertibkan lapangan-lapangan yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Rencananya, dalam waktu dekat, seluruh kepala dinas terkait akan dikumpulkan untuk membahas persoalan ini secara khusus.

"Jadi secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini," tuturnya di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).

Pemetaan dan Ancaman Sanksi Tegas

Pihak Pemprov DKI Jakarta akan segera melakukan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh lapangan padel yang beroperasi di ibu kota. Evaluasi ketat akan dilakukan, terutama menyangkut kelengkapan izin dan dampak operasionalnya terhadap lingkungan sekitar. Lapangan yang dianggap bermasalah akan menghadapi tindakan tegas.

"Besok hari Senin atau Selasa, kami akan segera memutuskan bagi lapangan padel yang mengganggu ketertiban umum dan kemudian tidak mendapatkan persetujuan warga setempat, dan kemudian juga izinnya tidak lengkap, maka pemerintah DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas," jelas Pramono.

Derasnya Keluhan Warga

Puncak persoalan ini muncul ketika seorang warga mengunggah keluhannya melalui akun Threads @/idhm. Warga tersebut menggambarkan gangguan yang dialami akibat operasional Fourthwall Padel di Cilandak yang berlangsung sangat panjang setiap harinya.

"Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2-3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan," tulisnya.

Keluhan serupa ternyata tidak hanya terjadi di Cilandak. Warga di beberapa wilayah lain di Jakarta juga dilaporkan mengalami hal yang sama, menunjukkan bahwa ini bukanlah masalah yang terisolasi. Situasi ini menyoroti tantangan dalam mengatur perkembangan fasilitas olahraga modern di tengah permukiman padat, di mana aspek hiburan harus seimbang dengan hak warga akan ketenangan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar