BRIN Gerakkan Satgas Riset untuk Tangani Banjir Bandang di Sumatra

- Selasa, 02 Desember 2025 | 13:36 WIB
BRIN Gerakkan Satgas Riset untuk Tangani Banjir Bandang di Sumatra

Menanggapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tak tinggal diam. Mereka segera membentuk satuan tugas khusus untuk penanggulangan. Langkah ini diambil agar upaya pemulihan di wilayah Sumatra bisa berjalan lebih cepat dan terarah.

Joko Widodo, yang ditunjuk sebagai Ketua Task Force BRIN, langsung menegaskan kesiapan lembaganya. "BRIN hadir dengan pendekatan ilmiah. Kami memastikan seluruh kemampuan riset, teknologi, dan SDM yang dimiliki dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat," ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi BRIN, Selasa (2/12).

Nada bicaranya tegas. Menurutnya, BRIN akan bergerak sekarang, bukan besok.

Mata dari Angkasa: Satelit Petakan Genangan

Gerak cepat itu langsung terlihat. Sejak awal kejadian, tim BRIN sudah memetakan area banjir. Mereka memanfaatkan data radar satelit Sentinel-1, yang punya kelebihan bisa menembus awan dan hujan. Hasil pemetaan itu, yang menunjukkan persebaran genangan di Aceh dan Sumatera Utara, langsung mereka sebar ke berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, BNPB, hingga komunitas geospasial.

"Data ini sangat penting untuk memahami sebaran genangan terkini dan mendukung penentuan prioritas penanganan di lapangan," jelas Joko Widodo.

Di sisi lain, aspek lain yang tak kalah genting adalah ketersediaan air bersih. Banyak infrastruktur lokal rusak, sementara suplai air kemasan di lapangan dilaporkan tak mencukupi. Untuk itu, BRIN memprioritaskan pemenuhan kebutuhan vital ini. Unit Air Siap Minum (Arsinum) milik mereka sedang diperiksa kondisinya, siap untuk segera diterjunkan.

Logistik, Drone, dan Dukungan Jiwa

Namun begitu, tantangan logistik di lapangan nyata adanya. Beberapa jalur darat menuju lokasi terdampak mengalami gangguan. Menyiasati hal ini, Task Force BRIN sedang menjajaki kerja sama dengan TNI AU untuk pengiriman peralatan lewat jalur udara.

"Untuk mempercepat distribusi peralatan, Task Force BRIN juga tengah menjajaki dukungan pengiriman melalui jalur udara bekerja sama dengan TNI AU, mengingat beberapa jalur darat ke lokasi terdampak mengalami gangguan," kata Joko Widodo.

Tak cuma mengandalkan satelit, tim survei lapangan dan operasi drone juga disiapkan. Tujuannya, memetakan kondisi secara langsung, terutama di area-area yang sulit diakses.

Dampak bencana tentu tak hanya fisik. Itu sebabnya, di sektor kesehatan, BRIN menyiapkan tenaga medis, psikolog, dan ahli kesehatan lingkungan. "Bencana banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan psikologis warga. Tim kami siap membantu pemerintah daerah dalam memberikan dukungan medis dan psikososial," ungkapnya.

Joko Widodo menegaskan, seluruh aksi Task Force akan berfokus pada intervensi yang realistis, cepat, dan berbasis data. Mereka akan menentukan lokasi prioritas agar bantuan tepat sasaran dan berdampak langsung.

"Kami tidak mungkin turun di semua titik, tetapi kami bisa fokus pada area strategis dan memberikan solusi teknologi yang paling dibutuhkan," katanya.

Komitmennya jelas. BRIN, lewat satuan tugas ini, bertekad mendukung penuh upaya pemerintah di Sumatra. "Kami bergerak hari ini. Task Force BRIN akan bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bantuan berbasis riset hadir bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkas Joko Widodo.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar