Sadis, Pria di Bandung Barat Ditusuk Teman Sekontrakan
Suasana mencekam melanda sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Bandung Barat. Seorang pria, Sanitra Syifa'rizrifqi (27), harus berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penusukan. Pelakunya? Justru teman satu atapnya sendiri.
Peristiwa berdarah itu terjadi Kamis pagi lalu, tepatnya di Perumahan Awani, Cluster Vimala, Desa Cilame. Sekitar pukul sepuluh, terdengar suara keributan dari dalam rumah. Seorang saksi yang tinggal di seberang pun curiga.
Dia melihat ada bercak darah di teras. Tanpa pikir panjang, saksi itu mendobrak pintu. Apa yang dilihatnya sungguh mengerikan: pelaku sedang berada di atas tubuh korban, dengan tangan masih menggenggam senjata tajam.
"Korban minta tolong ke saksi, karena mengalami luka di bagian pinggang kanan, punggung kiri, leher, bahu dan tangan,"
Korban bersimbah darah. Saksi langsung berteriak, meminta pelaku berhenti. Aksi brutal itu akhirnya terhenti. Sanitra yang terluka parah segera dilarikan ke rumah sakit untuk operasi darurat.
Iptu Gofur Supangkat dari Humas Polres Cimahi membenarkan kejadian ini. Menurutnya, pelaku yang bernama Raihan Abiyu Algifari (21) sudah diamankan.
"Kejadiannya kemarin, ada tindak pidana penusukan terhadap seorang warga di rumah kontrakannya," jelas Gofur.
Lalu, apa pemicunya? Ternyata hal sepele. Dari pemeriksaan sementara, Raihan sakit hati karena dituduh mencuri uang milik Sanitra. Uang dollar itu nilainya sekitar Rp70 juta, disimpan di dalam koper.
"Hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang tinggal bersama korban sakit hati karena dituduh mengambil uang dollar... Pelaku membantah tuduhan tersebut," kata Iptu Gofur.
Raihan mengaku tak pernah menyentuh uang itu. Tapi rasa kesal dan emosi yang sudah memuncak akhirnya meledak. Dia mengambil pisau di rumah dan menyerang Sanitra.
Kondisi korban cukup parah. Setidaknya ada lima luka tusuk yang menghujam tubuhnya: di pinggang kanan, punggung kiri, leher, bahu, dan tangan kanan. Saat ini Sanitra masih dirawat intensif. Polisi pun menunggu kondisinya membaik sebelum bisa dimintai keterangan lengkap.
Sementara Raihan tetap bersikukuh dengan pengakuannya. Dia merasa difitnah. Namun begitu, tindakannya telah melukai seseorang secara fisik, dan konsekuensi hukum pasti menanti.
Polisi masih mendalami motif sebenarnya. Mereka akan membandingkan keterangan kedua belah pihak, menelusuri jejak uang yang hilang, dan menyusun berkas perkara. Kasus tragis ini menjadi pengingat betapa konflik rumah tangga bahkan di antara teman sekontrakan bisa berakhir dengan cara yang tak terduga.
Artikel Terkait
Sambal Makassar Mendadak Viral di Korea Usai Muncul di Kulkas Idol Girls Generation
Inter Milan Tundukkan Cagliari 3-0, Pertahankan Puncak Klasemen Serie A
Timnas Voli Putri Indonesia Masuk Grup Neraka di AVC Womens Cup 2026
Empat Kandidat Siap Perebutkan Tiket Final Conference League 2026 di Leipzig