Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pemerintah Amerika Serikat secara resmi merilis kumpulan dokumen, foto, dan video yang berkaitan dengan benda terbang tak dikenal (UFO) atau yang oleh otoritas setempat disebut sebagai fenomena anomali tak dikenal (UAP). Materi yang sebelumnya berstatus rahasia itu dinyatakan sebagai konsumsi publik melalui proses deklasifikasi pada Jumat, 8 Mei 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif transparansi yang digagas oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terkait fenomena luar angkasa. Selama bertahun-tahun, topik UFO telah menginspirasi berbagai cerita fiksi ilmiah Hollywood tentang keberadaan makhluk asing atau alien.
Data-data tersebut resmi dirilis oleh Departemen Pertahanan AS melalui program antarlembaga bernama Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters (PURSUE). Program ini melibatkan sejumlah lembaga tinggi negara, termasuk Gedung Putih, Kantor Direktur Intelijen Nasional, NASA, FBI, Departemen Energi, serta Kantor Resolusi Anomali Seluruh Domain.
Menurut pernyataan resmi, materi yang baru dideklasifikasi terdiri dari video, foto, dan dokumen pemerintah yang kini dapat diakses secara daring melalui situs web resmi pemerintah AS. Meski demikian, proses perilisan dilakukan secara bertahap, dan data tambahan lainnya akan dirilis pada waktu yang akan datang.
Pentagon menegaskan bahwa langkah ini sesuai dengan perintah untuk mulai mendeklasifikasi catatan pemerintah terkait UFO demi menegakkan prinsip transparansi total. Semua berkas yang dirilis telah melalui pemeriksaan ketat terkait potensi gangguan terhadap keamanan nasional, meskipun sebagian besar materi belum sepenuhnya dianalisis secara mendalam.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut telah lama disembunyikan, sehingga memicu spekulasi luas di kalangan publik. Sementara itu, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard menambahkan bahwa badan-badan intelijen kini tengah mengoordinasikan peninjauan menyeluruh terhadap catatan UFO yang disimpan pemerintah sebagai wujud komitmen transparansi kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Lebih dari 470 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Baru Mulai Terima Bansos pada Triwulan II 2026
Presiden Prabowo Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo Usai KTT ASEAN
Korban Tewas Ledakan Pabrik Petasan di Hunan Bertambah Jadi 37 Orang, Polisi Tahan Delapan Tersangka
UGM Digugat ke PTUN soal Ijazah Jokowi, Kelompok Bonjowi Tuding Kampus Jadi Tameng