Tifa Serukan Ijazah Jokowi Palsu, Sebut Bukti di Gelar Perkara Hanya Ilusi Transparansi

- Rabu, 17 Desember 2025 | 08:25 WIB
Tifa Serukan Ijazah Jokowi Palsu, Sebut Bukti di Gelar Perkara Hanya Ilusi Transparansi

MURIANETWORK.COM – Soal ijazah Jokowi? Dr. Tifa, atau Tifauzia Tyassuma di dunia maya, masih teguh pada pendiriannya. Menurutnya, dokumen mantan presiden itu palsu. Titik.

Pernyataan tegas ini dia sampaikan lewat akun X-nya, Rabu lalu. Tanggalnya 17 Desember 2025. Dia merespons langkah penyidik yang baru saja menunjukkan ijazah yang diklaim milik Jokowi dalam sebuah Gelar Perkara Khusus. Acara itu sendiri digelar dua hari sebelumnya, Senin.

Nah, soal penunjukkan itu, Tifa punya banyak keberatan.

"Ditunjukkannya cuma sebentar, kurang dari sepuluh menit. Lalu dibagi-bagikan untuk dilihat puluhan orang yang hadir. Gimana mau observasi? Riset atau pengkajian yang memadai mustahil dilakukan dalam waktu sesingkat itu. Kami juga dilarang menyentuh, memegang, apalagi menguji kertas yang disebut ijazah itu,"

Begitu katanya.

Sebenarnya, dia sudah minta ijazah itu ditunjukkan sejak awal acara. Tapi permintaan itu baru dipenuhi di penghujung acara, setelah diskusi berlarut-larut selama enam jam. Melelahkan.

"Dilakukan hampir tengah malam. Saat otak kita sudah lelah berpikir,"

keluhnya.

Menurut Tifa, publik harus jeli. Jangan sampai terjebak dalam ilusi transparansi yang sedang dimainkan. Soalnya, bagi dia, ini bukan lagi perkara keaslian fisik ijazah semata.

"Pembuktian keaslian ijazah bagi kami di RRT sudah selesai. Sudah kami tuntaskan dengan pendekatan ilmiah. Sekarang ini adalah perang konsistensi. Kami tetap konsisten dengan hasil penelitian. Jokowi tetap konsisten dengan kebohongannya,"

sambungnya tanpa ragu.

Dia juga mengingatkan, ijazah bukan dokumen yang berdiri sendiri. Ada banyak kejanggalan lain yang mengikutinya. Transkrip nilainya amburadul. Ada skripsi yang tahun terbitnya disebut 2108 jelas salah. Ada pula KKN yang disebut dua kali. Belum lagi kartu registrasi masuk yang untuk prodi Sarjana Muda, bukan Sarjana.

Itu baru sebagian. Masih ada sekitar 700 dokumen lain yang disita Polda dari UGM.

"Untuk saya, dr. Tifa, semua bahan itu adalah tanda. Tanda bahwa kegiatan penelitian kami akan terus berlanjut,"

pungkasnya menegaskan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler