Jumlah korban tewas akibat ledakan dahsyat di sebuah pabrik petasan di Kota Liuyang, Provinsi Hunan, China, meningkat menjadi 37 orang. Peristiwa yang mengguncang kawasan sentra produksi kembang api itu terjadi pada Senin, 4 Mei 2025, dan sebelumnya dilaporkan menewaskan 21 orang.
Ledakan berkekuatan besar tidak hanya meratakan pabrik, tetapi juga melukai 51 orang lainnya. Satu orang masih dinyatakan hilang. Guncangan ledakan bahkan memecahkan kaca jendela rumah-rumah warga di sekitar lokasi. Dari seluruh korban luka, lima orang berada dalam kondisi kritis, meskipun tanda-tanda vital mereka disebutkan mulai stabil.
Otoritas setempat langsung bergerak cepat dengan mengerahkan lebih dari 1.500 personel untuk menjalankan misi tanggap darurat. Operasi pencarian dan penyelamatan dilaporkan sebagian besar telah rampung. Sementara itu, polisi telah menahan delapan orang yang diduga bertanggung jawab atas kelalaian yang memicu ledakan maut tersebut.
Pasca-insiden, pemerintah China mengambil langkah tegas dengan memerintahkan seluruh pabrik petasan di Provinsi Hunan untuk menghentikan produksi. Langkah ini diambil dalam rangka meninjau dan memperbaiki standar keselamatan secara menyeluruh guna mencegah terulangnya tragedi serupa.
Kota Liuyang sendiri dikenal sebagai pusat produksi kembang api terbesar di China. Terdapat lebih dari 400 pabrik yang beroperasi di wilayah tersebut. Nilai produksi tahunan kota ini pada 2025 mencapai lebih dari 50 miliar yuan, atau menyumbang sekitar 70 persen dari total ekspor kembang api nasional.
Artikel Terkait
AS Rilis Ribuan Dokumen Rahasia UFO untuk Publik, Pertama dalam Sejarah
Presiden Prabowo Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo Usai KTT ASEAN
UGM Digugat ke PTUN soal Ijazah Jokowi, Kelompok Bonjowi Tuding Kampus Jadi Tameng
Hutama Karya Gandeng Kejaksaan Agung Percepat Pembebasan Lahan Tiga Ruas Tol Trans Sumatera