Yuran Fernandes Bebas Sanksi, Trio Bek Maut PSM Makassar Siap Hadapi Arema FC

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 07:30 WIB
Yuran Fernandes Bebas Sanksi, Trio Bek Maut PSM Makassar Siap Hadapi Arema FC

Kabar baik akhirnya tiba bagi PSM Makassar menjelang laga krusial melawan Arema FC pada pekan ke-32 Super League 2025/2026. Sosok yang menjadi jantung pertahanan Pasukan Ramang, Yuran Fernandes, dipastikan dapat kembali bermain setelah lolos dari ancaman sanksi tambahan dari Komite Disiplin PSSI.

Kembalinya sang kapten menjadi suntikan energi baru bagi PSM yang tengah berada dalam fase penentu musim ini. Duel di Stadion Kanjuruhan, Sabtu sore, bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan laga yang dapat menentukan nasib Juku Eja untuk memastikan diri bertahan di Super League musim depan. Pada momen kritis seperti ini, kehadiran Yuran Fernandes menjadi sangat vital.

Bek berusia 31 tahun itu sebelumnya harus absen setelah menerima kartu merah langsung saat menghadapi Bali United. Tekel kerasnya terhadap gelandang Bali United, Yachida Teppei, sempat memicu kekhawatiran besar karena berpotensi mendatangkan hukuman tambahan. Apalagi, regulasi Super League memuat pasal yang membuka peluang sanksi lebih berat jika pelanggaran dianggap sebagai tindakan indisipliner serius.

Situasi itu sempat membuat kubu PSM cemas. Kehilangan Yuran di fase akhir musim tentu akan menjadi kerugian besar bagi keseimbangan tim. Namun, kabar buruk itu akhirnya tidak terwujud.

Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim, memastikan tidak ada tambahan hukuman yang diberikan kepada sang kapten.

“Tidak ada nota larangan bermain untuk Yuran Fernandes,” ungkapnya.

Manajemen PSM sebelumnya bergerak cepat dengan mengirimkan surat pembelaan ke Komdis PSSI. Mereka menilai pelanggaran yang dilakukan Yuran murni merupakan professional foul dan bukan tindakan berbahaya yang layak mendapat hukuman tambahan. Kini, fokus PSM sepenuhnya tertuju pada laga kontra Arema FC.

Kembalinya Yuran otomatis membuat lini belakang Juku Eja kembali lengkap. Ia diperkirakan akan langsung membentuk trio pertahanan utama bersama Aloisio Soares Neto dan Dusan Lagator. Kombinasi ini bukan sekadar kuat dalam bertahan, melainkan juga memiliki ancaman besar dalam situasi bola mati.

Musim ini, Yuran beberapa kali menjadi penyelamat PSM lewat gol-gol penting dari sundulan maupun duel udara di kotak penalti lawan. Hal serupa juga dimiliki Aloisio Neto yang terkenal agresif saat maju membantu serangan. Sementara itu, Dusan Lagator memberikan dimensi berbeda melalui kemampuan distribusi bola dan keberaniannya naik membantu build up. Inilah yang membuat trio ini sering disebut sebagai “bek rasa striker”.

Dalam laga melawan Arema FC, ancaman mereka diprediksi akan sangat krusial. Pertandingan kemungkinan berlangsung ketat, sehingga peluang dari open play tidak akan terlalu banyak. PSM membutuhkan kekuatan duel udara serta efektivitas bola mati untuk mencuri gol di Kanjuruhan.

Selain kualitas teknis, faktor kepemimpinan Yuran juga menjadi aspek yang sangat dirindukan. Selama beberapa musim terakhir, ia berkembang menjadi figur sentral di ruang ganti PSM. Karakternya yang keras, vokal, dan mampu menjaga mental bertanding rekan-rekannya di lapangan menjadi andalan. Hal itu pula yang diakui oleh suporter PSM bernama Gufron.

Menurutnya, kehadiran pemain bernomor punggung empat itu membuat lini belakang PSM jauh lebih hidup dan terorganisasi. “Yuran Fernandes tahu memimpin rekan setimnya. Pasti bisa meredam striker Arema FC,” katanya.

Namun, Gufron juga memberikan catatan penting kepada sang kapten. Menurutnya, Yuran perlu lebih tenang dalam mengambil keputusan agar tidak kembali merugikan tim lewat pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. “Kurangi pelanggaran yang tak perlu. Kalau belum membahayakan, tak perlu langsung menghentikan. Cukup kawal saja,” ujarnya.

Masukan itu cukup relevan mengingat agresivitas Yuran memang sering menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia sangat kuat dalam duel dan intimidasi. Namun, di sisi lain, gaya bermain kerasnya kadang membuatnya rawan kartu. Meski demikian, tidak bisa dimungkiri bahwa kembalinya Yuran membuat rasa percaya diri PSM meningkat drastis.

Apalagi, Arema FC dikenal memiliki lini depan yang cepat dan agresif ketika bermain di kandang sendiri. Kehadiran trio Yuran, Aloisio Neto, dan Dusan Lagator diharapkan mampu meredam tekanan sekaligus menjadi senjata tersembunyi saat menyerang. Bagi PSM, laga ini bukan hanya soal bertahan dari ancaman degradasi, melainkan juga tentang menjaga harga diri sebagai klub besar yang ingin menutup musim dengan kepala tegak. Untuk misi sebesar itu, trio bek maut Pasukan Ramang akhirnya kembali lengkap.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar