Iran Luncurkan Serangan Drone Balasan di Teluk Oman Usai Penyitaan Kapal oleh AS

- Senin, 20 April 2026 | 13:25 WIB
Iran Luncurkan Serangan Drone Balasan di Teluk Oman Usai Penyitaan Kapal oleh AS

Minggu lalu, tepatnya pada tanggal 19 April, langit di atas perairan Teluk Oman tiba-tiba ramai. Drone-drone milik Iran diluncurkan, menyasar sejumlah kapal Amerika Serikat. Aksi ini bukan tanpa sebab. Semuanya berawal dari insiden sebelumnya, di mana sebuah kapal perang AS menembaki dan kemudian menyita kapal kargo berbendera Iran di wilayah yang sama.

Menurut laporan dari kantor berita Tasnim News Agency di Iran, serangan udara itu adalah bentuk pembalasan langsung. Targetnya adalah kapal-kapal Amerika, meski rincian apakah yang disasar kapal militer atau komersial tak dijelaskan lebih lanjut. Di sisi lain, media Turki Anadolu Agency dan TRT World juga mengonfirmasi serangkaian serangan drone ini sebagai respons atas penyitaan yang dilakukan Washington.

Iran sendiri sudah lebih dulu mengeluarkan peringatan keras. Mereka mengonfirmasi penyitaan kapal kargo mereka oleh pasukan AS dan berjanji akan membalas "segera".

Teheran geram. Mereka menilai aksi Amerika itu sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang sedang berlaku. Perjanjian gencatan senjata selama dua minggu itu dimediasi oleh Pakistan dan baru diumumkan pada 7 April lalu.

Laporan dari Fars News Agency memberikan sudut pandang lain. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer Iran, menuduh pasukan AS sengaja menargetkan kapal kontainer TOUSKA. Mereka dituding menonaktifkan sistem navigasi kapal sebelum akhirnya menaikinya sebuah tindakan yang disebut Iran sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Kapal kontainer TOUSKA sendiri, berdasarkan data pelacakan, berangkat dari Port Klang di Malaysia sekitar seminggu sebelum insiden, tepatnya pada 12 April. Perjalanannya berakhir dramatis di tengah ketegangan yang memanas di Teluk Oman.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar