Serangan Rudal Rusia Tewaskan 6 Orang di Kyiv, Infrastruktur Hancur

- Sabtu, 15 November 2025 | 09:50 WIB
Serangan Rudal Rusia Tewaskan 6 Orang di Kyiv, Infrastruktur Hancur

Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal skala besar yang menewaskan setidaknya enam orang di sebuah kompleks apartemen pada hari Jumat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas mengutuk serangan ini, menyebutnya sebagai aksi keji yang bertujuan menyebarkan teror di tengah penduduk sipil.

Tak berhenti di Kyiv, serangan lanjutan menggunakan drone dilaporkan terjadi di sebuah pasar di wilayah selatan Ukraina, menewaskan dua orang lagi. Sementara itu, pihak Ukraina membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Rusia, yang menurut laporan pejabat setempat memicu kebakaran di sebuah kilang minyak di kawasan Laut Hitam.

Gelombang serangan ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar sejak invasi penuh Rusia dimulai pada tahun 2022. Serangan menghantam berbagai bangunan di sebagian besar distrik ibu kota, menyebabkan kerusakan parah. Sebuah rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan sejumlah kantor turut terdampak, dengan korban luka dilaporkan mencapai 36 orang.

Dampak serangan juga meluas ke sektor infrastruktur penting. Beberapa distrik di Kyiv mengalami pemadaman listrik besar-besaran pada Jumat malam waktu setempat, diduga akibat serangan yang menyasar pembangkit listrik. Bahkan kedutaan besar Azerbaijan turut mengalami kerusakan, memicu protes diplomatik dari pemerintah Azerbaijan kepada Moskow.

Di wilayah timur Kyiv, kondisi bangunan tempat tinggal tampak memprihatinkan dengan puluhan jendela dan balkon yang hancur total. Presiden Zelensky menegaskan bahwa serangan ini dirancang secara khusus untuk menimbulkan kerusakan maksimal pada infrastruktur sipil dan masyarakat umum.

Gelombang serangan rudal dan drone Rusia ke Ukraina dalam beberapa bulan terakhir telah memecahkan rekor, dengan fokus utama pada penghancuran infrastruktur energi dan jaringan kereta api yang vital.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar