Gelombang kekerasan melanda Meksiko. Pemicunya adalah kabar tewasnya Nemesio Oseguera, alias 'El Mencho', gembong Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG). Dalam bentrokan susulan yang brutal, nyawa dua puluh lima tentara Meksiko dari Garda Nasional melayang. Di sisi lain, korban jiwa dari pihak geng narkoba juga tak sedikit sekitar 30 orang dilaporkan tewas.
Semua ini berawal dari sebuah operasi di kota Tapalpa, Jalisco, hari Minggu lalu. Menurut laporan, El Mencho terluka dalam baku tembak sengit dengan pasukan militer. Upaya menyelamatkannya dengan menerbangkannya ke Mexico City ternyata sia-sia. Dia meninggal dalam perjalanan.
Kematian sang raja narkoba itu bagai memercikkan bensin ke bara. Anggota kartel di berbagai penjuru negeri langsung membalas. Mereka memblokir jalan raya di 20 negara bagian, tak pandang bulu membakar mobil dan bisnis. Situasi jadi mencekam.
Menteri Keamanan, Omar Garcia Harfuch, mengonfirmasi korban di pihak pemerintah.
"Kita kehilangan 25 prajurit Garda Nasional dalam bentrokan ini," ujarnya.
Harfuch juga menyebut seorang penjaga penjara, seorang anggota kejaksaan, dan 30 tersangka anggota organisasi kriminal Oseguera turut menjadi korban. Sebelum akhir hayatnya, El Mencho sendiri punya harga kepala yang fantastis: 15 juta dolar AS dari pemerintah Amerika Serikat.
Operasi penangkapan itu sendiri sudah berdarah. Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengungkap, delapan tersangka kartel tewas di tempat. Tiga tentara mengalami luka-luka. Tapi, itu baru awal.
Kekacauan pun merambah ke kehidupan warga. Orang-orang ketakutan bersembunyi di rumah. Para wisatawan yang sedang berlibur terpaksa mengurung diri di hotel dan resor, menyaksikan dari balik jendela anggota-anggota kartel mengamuk di luar.
Artikel Terkait
Harga Plastik Melonjak Drastis, UMKM Makanan dan Minuman Tertekan
Ayah dan Anak di Agats Tewas Usai Saling Serang dengan Parang
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah