Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal skala besar yang menewaskan setidaknya enam orang di sebuah kompleks apartemen pada hari Jumat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas mengutuk serangan ini, menyebutnya sebagai aksi keji yang bertujuan menyebarkan teror di tengah penduduk sipil.
Tak berhenti di Kyiv, serangan lanjutan menggunakan drone dilaporkan terjadi di sebuah pasar di wilayah selatan Ukraina, menewaskan dua orang lagi. Sementara itu, pihak Ukraina membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Rusia, yang menurut laporan pejabat setempat memicu kebakaran di sebuah kilang minyak di kawasan Laut Hitam.
Gelombang serangan ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar sejak invasi penuh Rusia dimulai pada tahun 2022. Serangan menghantam berbagai bangunan di sebagian besar distrik ibu kota, menyebabkan kerusakan parah. Sebuah rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan sejumlah kantor turut terdampak, dengan korban luka dilaporkan mencapai 36 orang.
Artikel Terkait
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti