Ruth Herbert Selesaikan Perjalanan 6,5 Bulan dari Inggris ke Turki untuk Palestina, Galang Dana Rp 1 Miliar

- Sabtu, 15 November 2025 | 09:40 WIB
Ruth Herbert Selesaikan Perjalanan 6,5 Bulan dari Inggris ke Turki untuk Palestina, Galang Dana Rp 1 Miliar

Ruth Herbert Selesaikan Perjalanan 6,5 Bulan dari Inggris ke Turki untuk Palestina

Ruth Herbert, seorang aktivis kemanusiaan berusia 52 tahun asal Inggris, akan mengakhiri perjalanan panjangnya selama 6,5 bulan dari Inggris menuju Istanbul pada tanggal 15 November 2025. Perjalanan inspiratif ini dilakukan untuk menggalang dana dan meningkatkan kesadaran global tentang situasi kemanusiaan di Palestina.

Rute Perjalanan Melintasi 12 Negara Eropa

Dimulai dari Arnside di barat laut Inggris pada 2 Mei 2025, Herbert telah menempuh perjalanan darat melintasi 12 negara berbeda. Rute perjalanannya mencakup Prancis, Swiss, Italia, Slovenia, Montenegro, Albania, Makedonia Utara, Yunani, dan berakhir di Turki. Selama ekspedisi kemanusiaan ini, ia berhasil mengumpulkan dana sekitar 50.000 poundsterling atau setara dengan lebih dari Rp 1 miliar untuk organisasi Medical Aid for Palestinians.

Motivasi di Balik Perjalanan Kemanusiaan

Dalam wawancaranya, Herbert mengungkapkan bahwa motivasi utamanya adalah keinginan untuk melakukan tindakan nyata melebihi sekadar protes atau surat kepada pemerintah. "Menyaksikan penderitaan warga Palestina mendorong saya untuk bertindak lebih dari sekadar demonstrasi biasa di Inggris," jelasnya.

Herbert menggambarkan ekspedisinya sebagai upaya pribadi yang bertujuan memberikan harapan di tengah keputusasaan serta membangun jaringan solidaritas dengan pendukung Palestina di seluruh Eropa. "Berjalan kaki membantu saya memproses segala sesuatu secara mental dan menyembuhkan luka kemanusiaan kita bersama," tambahnya.

Pesan Solidaritas dan Harapan

Aktivis Inggris ini menekankan pentingnya aksi kolektif dan konsistensi dalam perjuangan. "Secara kolektif, jika kita semua melakukan sesuatu, kita menciptakan gelombang perubahan. Kita harus berpegang pada harapan dan terus berjuang karena setiap bentuk perlawanan membutuhkan waktu," pesannya.

Herbert juga menyoroti tanggung jawab moral global terhadap Palestina. "Kemanusiaan kita terikat pada Palestina. Cara kita memperlakukan Palestina memengaruhi seluruh planet. Kita tidak bisa berdiam diri menyaksikan kehancuran sebuah bangsa."

Dukungan Sepanjang Perjalanan

Selama 6,5 bulan perjalanan, Herbert mengaku mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat yang dijumpainya. Ia menerima bantuan makanan, akomodasi gratis, dan dukungan moral dari berbagai kalangan. Dengan hampir tercapainya target penggalangan dana, Herbert berharap kontribusinya dapat memberikan bantuan nyata bagi warga Palestina yang membutuhkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar