Jusuf Kalla Temui Prabowo Bahas Swasembada Energi Nasional

- Jumat, 12 Juni 2026 | 07:15 WIB
Jusuf Kalla Temui Prabowo Bahas Swasembada Energi Nasional

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menemani putranya, Solihin Kalla, yang menjabat sebagai CEO Kalla Group, dalam pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis siang. Kedatangan tokoh senior yang akrab disapa JK itu disambut langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelum keduanya dipersilakan masuk ke ruang kerja presiden.

Menurut keterangan resmi yang disampaikan Teddy, permintaan pertemuan telah diajukan JK beberapa hari sebelumnya. “Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari lalu meminta waktu bertemu kepada Presiden Prabowo. Beliau akan datang bersama putra beliau yang juga seorang pebisnis,” ujar Teddy dalam pernyataannya, Kamis (11/6/2026).

Di sisi lain, Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara konsisten membuka ruang komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai tokoh nasional serta pelaku usaha. Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya memperkuat persatuan dan membangun kolaborasi lintas sektor demi kemajuan bangsa.

Usai pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB itu, JK mengungkapkan bahwa diskusi difokuskan pada percepatan program swasembada energi nasional. “Kami, saya dengan Solihin, baru saja berdiskusi, berbincang lama dengan Bapak Presiden, didampingi Pak Sesneg dan Pak Seskab, untuk meningkatkan energi, kemampuan energi di Indonesia yang kita kenal itu swasembada energi,” kata JK kepada awak media.

Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena melibatkan figur senior yang pernah dua kali menjabat sebagai wakil presiden dan seorang pengusaha nasional yang kini memimpin salah satu grup usaha terbesar di Indonesia timur. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tindak lanjut teknis dari pembahasan proyek energi yang dimaksud.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar